Pasar Konsumen dan Pasar Bisnis
Tugas
Pemasar adalah memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan sasaran
lebih baik daripada pesaingnya. Pemasaran yang berhasil mengharuskan untuk
berhubungan dengan pelanggan, dengan memahami pelanggan-pelanggan. Bagaimana
produk yang diinginkan smapai kepada pelanggan yang tepat dengan cara yang
tepat juga.
Dalam
dunia bisnis pelanggan merupakan faktor utama dalam mengembangkan usahanya.
Pelanggan yang berada dalam pasar sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu Pasar
Konsumen dan Pasar Bisnis.
A. Pasar
Konsumen
Yang
mempengaruhi pasar konsumen adalah perilaku konsumen yang berarti bagaimana
individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, menggunakan dan barang
jasa, ide, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.
Tipe perilaku
pembelian konsumen berdasarkan tingkat keterlibatan pembelian dan tingkat
perbedaan diantara merek, yang terdiri dari :
- Perilaku Pembelian Kompleks
Terjadi ketika
mereka sangat terlibat dalam pembelian dan mempunyai persepsi yang signifikan
mengenai perbedaan diantara merek.
- Perilaku Pembelian Pengurangan Disonasi
Terjadi ketika
konsumen mempunyai keterlibatan yang tinggi dengan pembelian yang mahal, tidak
sering atau beresiko, namun melihat sedikit perbedaan antar merek.
- Perilaku Pembelian Kebiasaan
Terjadi dalam
kondisi dimana konsumen mempunyai keterlibatan rendah dan tidak terdapat
perbedaan yang signifikan antar merek.
- Perilaku Pembelian Pencarian Variasi
Terjadi ketika
konsumen mempunyai tingkat keterlibatan yang rendah tetapi mempersepsikan
adanya perbedaan merek yang signifikan
Sedangkan
perilaku konsumen ini dipengaruhi oleh faktor budaya, faktor sosial, faktor
pribadi. Dari faktor-faktor yang mempengaruhi faktor budaya lah yang memberikan
pengaruh yang paling luas dan besar.
a. Faktor
Budaya : Dasar keinginan dan
perilaku seseorang. Merancang program pemasaran khusus yaitu pemasaran
multibudaya. Adanya kelas sosial, setiap kelas sosial memiliki karakteristik
yang sama dalam berperilaku, minat dan nilai.
Contohnya
masyarakat yang hidup di negara maju berbeda dengan yang hidup di negara
berkembang. Perbedaan budaya di negara maju yang cenderung individulisme,
kebebasan, kenyamanan dan budaya di negara berkembang di Indonesia yang
cenderung masih didominasi oleh adat istiadat yang berlaku seperti rasa
kebersamaan, kekeluargaan.
Hal
yang lebih spesifik lagi yaitu subbudaya yang meliputi kebangsaan, ras, agama
dan geografis. Di Indonesia sendiri pertumbuhan penduduk yang terpusat di pulau
Jawa dan mayoritas agama penduduk Indonesia memeluk agama Islam, dengan dominan
inilah pemasar merancang suatu program pemasaran khusus untuk memenuhi
kebutuhan dan layanan mereka.
Pemasaran
multikultural tumbuh dari riset pemasaran yang teliti, mengungkapkan bahwa
ceruk etnis dan demografis yang berbeda tidak selalu memberi respon positif
terhadap iklas di pasar.
Di
jaman sekarang ini banyak perusahaan yang menggunakan strategi pemasaran
multibudaya dan mereka banyak mendapat keuntungan dengan dilakukannya
itu.Banyak negara yang memiliki keragaman budaya, serta banyak kampanye yang
membidik target budaya tertentu dapat menyebar dan berpengaruh positif terhadap
budaya lain.
Kenyataan
yang ada di masyarakat hampir seluruh kelompok mengalami stratifikasi sosial
yang diwujudkan ke dalam bentuk kelas sosial, dimana terdapat
tingkatan-tingkatan perbedaan yang membedakan satu dengan yang lain. Kelas
sosial tersusun dalam sebuah hirarki yang terbagi dalam nilai, minat dan
perilaku yang sama. Kelas sosial di Amerika mendefinisikan tujuh tingkat dari
bawah ke atas, sebagai berikut bawah rendah, bawah tinggi, kelas pekerja, kelas
menengah, menengah atas, atas rendah dan atas tinggi.
Contoh
seperti di Indonesia terdapat kelas bawah, menengah bawah, menengah atas, atas,
konglomerat. Disetiap kelas-kelasnya terdapat sekelompok masyarakat yang
memiliki kesamaan dari gaya hidup, bahasa, nilai, pemikiran.Dan kelas satu dan
yang lain memiliki perbedaan masing-masing dalam memenuhi kebutuhannya, dapat
dilihat dari bagaimana mereka memberi preferensi akan sebuah produkdan merek.
Kelas sosial memiliki beberapa ciri.
1) Pertama,
orang-orang di dalam kelas sosial yang sama cenderung berperilaku lebih seragam
daripada orang-orang dari dua kelas sosial yang berbeda.
2) Kedua,
orang merasa dirinya menemati posisi yang inferior atau superior di kelas
sosial mereka.
3) Ketiga,
kelas sosial ditandai oleh sekumpulan variabel seperti penghasilan, pekerjaan
dan sebagainya.
4) Keempat,
individu dapat pindah dari satu tangga ke tangga lain pada kelas sosialnya
selama masa hidup mereka.
Dengan
adanya kelas-kelas sosial ini pemasar harus mampu menarik konsumen di setiap
kelasnya, menerapkan strategi yang digunakan seperti pemakaian bahasa, dialog
iklan yang disesuaikan dengan kelas sosial yang dibidik.
b. Faktor
Sosial : Faktor sosial meliputi kelompok referensi,
keluarga, serta peran sosial dan status yang mempengaruhi pembelian.
-
Kelompok referensi : semua kelompok yang mempunyai
pengaruh langsung (tatap muka) atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku
orang. Orang yang memiliki pengaruh langsung disebut kelompok keanggotaan.
Kelompok primer dimana seseorang berinteraksi dengan apa adanya secara terus
menerus dan tidak resmi seperti keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja.
Kelompok sekunder yang meliputi agama, professional dan kelompok persatuan
perdagangan yang cenderung lebih resmi. Kelompok referensi dapat mempengaruhi
orang dengan 3 cara yaitu memperkenalkan perilaku dan gaya hidup baru,
mempengaruhi sikap dan konsep diri dan menciptakan tekanan kenyamanan yang
dapat mempengaruhi seseorang dalam memilih sebuah produk dan merek. Selain itu
juga orang dipengaruhi oleh kelompok diluar kelompoknya. Kelompok aspirasional
adalah kelompok yang ingin diikuti oleh orang itu. Contonya seseorang wanita
yang melihat komunitas wanita sosialita yang menggunakan fashion branded, gaya
mereka fashionable.Karena melihat mereka, wanita tersebut menjadi ingin meniru
gaya hidup wanita sosialita tersebut.Dengan demikian kelompok wanita sosialita
tersebut secara tidak langsung mempengaruhi si wanita dalam menentukan produk
dan merek apa yang akan dibelinya nanti.
Kelompok disosiatif
adalah kelompok yang nilai dan perilakunya ditolak oleh orang tersebut.
Contohnya sekelompok orang “punk” yang memakai celana robek-robek yang terlihat
berantakan membuat orang yang melihatnya merasa risih, oleh karena itu mereka
tidak memakai style yang sama dengan kelompok orang punk tersebut.
Dengan adanaya pengaruh
dari kelompok referensi tersebut para pemasar harus menentukan strategi untuk
menjangkau dan memperngaruhi pemimpin opini dari kelompok-kelompok tersebut.
Pemimpin opini sendiri adalah orang yang menawarkan nasihat atau saran atau
informasi informal tentang suatu produk atau kategori produk tertentu, misalkan
referensi produk apa yang terbaik, yang cocok dengan mereka.
-
Keluarga :
Keluarga adalah kelompok terkecil dalam masyarakat yang meliputi orang tua dan
anak-anaknya. Keluarga merupakan kelompoj yang paling langsung mempengaruhi
perilaku seseorang. Keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang
paling penting dalam masyarakat dan anggota keluarga mempresentasikan kelompok
referensi utama yang paling berpengaruh. Contohnya saja dalam sebuah keluarga
memakai merek sabun “lifeboy” sebagai sabun keluarga, jika salah satu keluarga
sedang pergi jauh dari rumah mereka cenderung membeli kebutuhan mandi khususnya
sabun yang sama yaitu “lifeboy”, hal ini dikarenakan sabun itulah yang sehat
untuk dirinya dan keluarganya.
Keluarga orientasi yang
terdiri dari orang tua dan saudara kandung dan keluarga prokreasi yaitu pasangan
dan anak. Dari orang tua memiliki orientasi akan agama, politik, dan ekonomi serta
rasa ambisi pribadi, harga diri.Pengaruh orang tua inilah yang mempengaruhi
perilaku mereka yang sangat besar. Dalam sebuah keluarga cenderung seorang
istri yang menjadi agen pembelian utama, untuk kebutuhan makanan, kebutuhan
sehari0hari, pakaian dan kebutuhan rumah tangga yang lain. Di jaman sekarang
buka hanya wanita saja yang melakukan pembelian tetapi pria juga, dengan begitu
maka pemasar harus menyesuaikan sasaran yang akan diraih. Pria dan wanita
memiliki selera dan respon yang berbeda-beda ketika melakukan pembelian. Wanita
yang menilai koneksi dan hubungan dengan
keluarga, teman dan masyarakat. Sedangkan pria lebih berhubungan dengan
kompetisi dengan memberi prioritas tinggi pada tindakan. Selain itu juga para
remaja memainkan peran yang lebih aktif dalam membantu orang tuan memilih
mobil, peralatan audio, atau tempat liburan. Dengan meliahat situasi inilah
para pemasar menentukan strategi untuk membidik mereka.
-
Peran dan Status : Sebuah role terdiri dari aktivitas yang diharapkan
pada seseorang untuk dilakukan sesuai dengan orang-orang di sekitarnya. Tiap
peran membawa sebuah status yang merefleksikan penghargaan umum yang diberikan
oleh masyarakat . Orang cenderung berpartisipasi dalam sebuah kelompok , klub,
dan organisasi. Kelompok-kelompok tersebut yang menajdi sumber informasi dan
mengidentifikasikan norma perilaku. Mendefinisikan posisi seseorang dalam tiap
kelompok dapat dilihat melalui peran dan status. Peran yang terdiri dari
kegiatan yang diharapkan dapat dilakukan seseorang. Dan disetiap peran
menyandang status. Orang cenderung memilih produk yang mencerminkan dan
mengkomunika sikan peran mereka
serta status aktual yang diinginkan. Pemasar harus menyadari potensi yang
timbul dari peran dan status.
c. Faktor
Pribadi :
Keputusan dalam pembelian dipengaruhi juga oleh karateristik pribadi. Faktor
pribadi meliputi keadaan ekonomi, kepribadian dan konsep diri, serta gaya hidup
dan nilai.
-
Usia dan tahap siklus hidup : Rasa makanan, baju-baju, perabot,
dan rekreasi seringkali berhubungan dengan umur, membeli juga dibentuk oleh
family life cycle. Faktor-faktor penting yang berhubungan dengan umur sering
diperhatikan oleh para pelaku pasar. Selera dalam makanan, pakaian, kebutuhan
pribadi, tempat hiburan seringkali berhubungan dengan usia, di setiap tahapan
usia memiliki selera yang berbeda beda. Contohnya ketika berusia bayi barang
kebutuhan berupa popok, pakaian bayi, makanan bayi. Setelah menginjak usia tiga
atau empat tahun kebutuhan pun juga akan berubah tidak memakai popok, ukuran
baju juga berubah, makanan yang di konsumsi pun juga bukan bubur lagi. Dengan
demikian pemasar membidik manakah yang akan ditargetkan dalam faktor usia.
Siklus hidup keluarga,
jenis kelamin orang dalam rumah tangga dalam waktu tertentu. Selain itu juga pemasar
harus memperhitungkan kejadian atau transisi hidup yang penting seperti
pernikahan, kelahiran, kematian, perceraian, perceraian, sakit, pindah tempat.
Kejadian ini harusnya memberi peringatan kepada penyedia jasa seperti bank,
asuransi, konsultan pernikahan, pekerjaan atas tawaran yang dapat diberikan
sebagai layanan.
-
Pekerjaan dan keadaan ekonomi : Pekerjaan seseorang
mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli. Misalkan para eksekutif, membeli
makan siang di restoran, sedangkan pekerja kantor membawa makan siangnya dari
rumah. Pekerja kerah biru cenderung akan membeli pakaian kerja, tas kerja,
sepatu, tempat makan. Tentu berbeda dengan jabatan presiden direktur yang akan
membeli jas, transportasi udara, keanggotaan dalam sebuah klub. Pemasar
berusaha mengidentifikasikan kelompok pekerjaan yang memiliki minat diatas
rata-rata terhadap produk dan jasa mereka dan bahkan menghantarkan produk
khusus bagi kelompok pekerja tertentu. Contonya sebuah perusahaan yang menjual
barang-barang branded mereka akan
memasarkan pada pekerja kantoran, wanita karir, pengusaha, pejabat, selebriti,
dll.
Pilihan seseorang kan
suatu produk dan jasa dipengaruhi juga oleh keadaan ekonomi berupa penghasilan
yang dapat dibelanjakan , tabungan dan asset(asset likuid) utang, piutang,
pengelolaan kas. Situasi ekonomi seseorang amat sangat mempengaruhi pemilihan
produk dan keputusan pembelian pada suatu produk tertentu. Contonya pembuat
barang-barang mewah dan bermerek tentu tingkat penjualan bergantung pada
keadaan ekonomi, karena mereka rentan terhadap penurunan ekonomi. Jika
indicator ekonomi mengalami resesi tentu akan menurunkan permintaan, maka
pemasar harus mengambil langkah-langkah untuk memposisikan diri dan menentukan
kembali harga produk mereka agar dapat menawarkan nilai kepada konsumen.
-
Kepribadian dan Konsep diri : Setiap orang memiliki kepribadian yang
mempengaruhi perilaku pembeliannya. Kepribadian sendiri diartikan sebagai
sekumpulan sifat psikologis manusia yang menyebabkan respon yang relative
konsisten dan tahan lama terhadap rangsangan lingkungan. Kepribadian sendiri
merupakan karakteristik unik dari psikologi yang memimpin kepada kestabilan dan
respon terus menerus terhadap lingkungan orang itu sendiri, contohnya orang
yang percaya diri, dominan, suka bersosialisasi, otonomi, defensif, mudah
beradaptasi, agresif.Kepribadian tersebut dapat mempengaruhi merek yang mereka
beli, dan konsumen akan memilih merek yang sesuai dengan kepribadiannya.
Kepribadian merek sebagai bauran tertentu dari sifat manusia yang dapat
dikaitkan dengan merek tertentu.
-
Gaya hidup dan Nilai : Pola kehidupan seseorang yang diekspresikan
dalam aktivitas, ketertarikan, dan opini orang tersebut. Orang-orang yang
datang dari kebudayaan, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama mungkin saja
mempunyai gaya hidup yang berbeda Orang-orang yang berasal dari kelas sosial,
budaya, dan pekerjaan tentu akan memiliki gaya hidup yang berbeda-beda. Gaya
hidup adalah pola hidup seseorang yang tercermin melaui kegiatan, minat dan
pendapat. Gaya hidup sendiri dibatasi oleh keterbatasan uang atau keterbatasan
waktu.
Keputusan konsumen juga
dipengaruhi oleh nilai inti, berupa sistem kepercayaan yang mendasari sikap dan
perilaku.
Terdapat 3 teori memotivasi konsumen.
Kebutuhan menjadi motif ketika
kebutuhan itu meningkat samapi ke tingkat itensitas yang cukup sehingga
mendorong untuk melakukan tindakan.
Motivasi
Motivasi
adalah dorongan internal untuk melakukan tindakan sesuatu sebagai usaha
pemenuhan kebutuhan.
Manusia
perlu memenuhi kebutuhan-kebutuhan:
Fisik
: lapar, haus, seks, aktivitas, istirahat, santai, olahraga, dsb.
Psikis
: agresi, preservasi, kasih saying, tanggung jawab, kebebasan, dominasi, power,
ekspresi diri, kebanggaan, jati diri, meniru, dsb.
Hasrat
: penerimaan, afiliasi, respek, status, apresiasi, pengembangan, kegembiraan,
simpati, cantik, afeksi, kenikmatan, kepuasan, variasi, sosialisasi, berbeda,
dsb.
Disamping
itu, manusia juga perlu menghindari dari :
Perasaan
: kecemasan, kepedihan, tekanan, depresi, imitasi, kehilangan, kesedihan,
ketakutan, kesakitan, dsb.
Teori motivasi menurut para ahli :
A. Teori
Freud : mengasumsikan bahwa kekuatan
psikologis yang membentuk perilaku seseorang adalah ketidaksadaran, dan
seseorang tidak dapat memahami motivasinya sendiri. Ketika seseorang mengamati
merek, ia tidak hanya bereaksi terhadap kemampuan yang dinyatakan oleh produk
tersebut, tetapi juga terhadap tanda lain yang kurang disadari seperti bentuk,
ukuran, warna berat, bahan, dan nama merek. Salah satu teknik tangga, dimana
dapat melacak motivasi seseorang. Kemudian pemasar akan memutuskan pada tingkat
apa mereka akan mengembangkan pesan dan daya tarik.
B. Teori
Maslow : kebutuhan manusia diatur
dalam hirarki dari yang paling menekan sampai yang paling tidak menekan. Seseorang dikendalikan oleh suatu kebutuhan
pada suatu waktu. Kebutuhan manusia diatur menurut sebuah hierarki, dari yang
paling mendesak sampai paling tidak mendesak (kebutuhan psikologikal, keamanan,
sosial, harga diri, pengaktualisasian diri). Ketika kebutuhan yang paling
mendesak itu sudah terpuaskan, kebutuhan tersebut berhenti menjadi motivator,
dan orang tersebut akan kemudian mencoba untuk memuaskan kebutuhan paling
penting berikutnya

C. Teori
Herzberg : memotivasi pembelian harus
ada satisfier/ kepuasan. Karena jaminan prosuk bukan jamianan kepuasan tetapi
kemudahan penggunaan.
Presepsi :
proses dimana memilih, mengatur dan menerjemahkan informasi untuk menciptakan
gambaran.
·
Atensi Selektif : menyortir sebagian rangsangan. Pemasar harus menarik atensi
konsumen ( cenderung lebih memperhatikan rangsangan yang berhubungan dengan
kebutuhan saat ini, cenderung memperhatikan rangsangan yang mereka antisispasi,
cenderung memperhatikan rangsangan yang deviasinya besar dalam hubungan dengan
ukuran normal )
·
Distorsi Selektif : kecenderungan untuk menerjemahkan informasi dengan cara yang
sesuai konsepsi awal.
·
Retensi Selektif : mengingat poin yang bagus tentang sebuah produk yang
disukai dan melupakan poin bagus dari produk pesaing.
·
Presepsi bawah sadar : menyisipka pesan rahasia dan tersembunyi
dalam iklan atau kemasan, konsumen tidak mengetahuinya tetapi pesan tersebut
mempengaruhi perilaku. Misalkan sebuah iklan Teh Botol Sosro yang memiliki
slogan “ Apapun makanannya minumnya teh botol Sosro” secara tidak langsung msyarakat yang melihat
iklan tersebut akan otomatis masuk ke alam bawah sadarnya.
Pembelajaran : Pembelajaran adalah suatu proses, yang
selalu berkembang dan berubah sebagai hasil dari informasi terbaru yang
diterima (mungkin didapatkan dari membaca, diskusi, observasi, berpikir) atau
dari pengalaman sesungguhnya, baik informasi terbaru yang diterima maupun
pengalaman pribadi bertindak sebagai feedback bagi individu dan menyediakan
dasar bagi perilaku masa depan dalam situasi yang sama mendorong perubahan
perilaku yang timbul dari pengalaman. Dorongan adalah rangsangan yang mendorong
kuat tindakan. Pertanda adalah rangsangan minor yang menentukan kapan,bagaimana
akan dilakukan. Diskriminasi dimana telah menyadari perbedaan dalam beberapa
rangsangan yang sama.
Proses
pemahaman terjadi sebagai berikut :
Drives,
adalah stimulus internal dari diri seseorang yang berusaha untuk mengatasi
masalah karena adanya kebutuhan yang dirasakan. Isalnya dorongan untuk
mengatasi kelaparan, kehausan, dsb.
Cues,
adalah stimulus eksternal yang terekspos agar memperoleh respons seseorang.
Misalnya, produk, symbol, iklan, dsb.
Response,
reaksi atau tanggapan seseorang atas stimulus yang diterimanya. Response dapat
berwujud kesediaan untuk memenuhi atau menolak pemenuhan kebutuhan.
Reinforcement,
pengutan terhadap perilaku usaha pemenuhan kebutuhan berdasarkan pengalaman
yang diperolehnya. Reinforcement mempererat hubungan antara cues dan response.
Memori : mengingat informasi yangada tidak secara lengkap dan akurat,
hanya mengingat beberapa keeping kejadian dan kepingan berdasarkan nilai yang
kita tau.
Para
pelanggan atau beberapa orang konsisiten dengan memori jaringan asosisatif,
pengetahuan merek konsumen dalam memori dapat dikonseptualisasikantrdiri dari
titik pertemuan dalam memori dengan berbagai asosiasi yang terkait. Kekuatan
dan organisasi dari asosiasi ini akan menjadi determinan penring atas informasi
yang dapat diingat tentang merek.Asosoiasi merek terdiri dari semnua pemikiran
, perasaan, persepsi, citra, pengalaman, keyakinan, sikap, dan lain- lain
dengan merek yang tersambung dengan titik pertemuan (mode) informasi tentang
merek.
Pemasaran
dapat terlihat meyakinkan bila para konsumen memiliki jenis pengalaman produk
dan pelayanan yang tepat sepoerti struktur pengenalan merek yang diciptakan dan
dipertahankan dalam memori.
Pemrograman memori menggambarkan bagaimana dan
dimana informasi masuk ke dalam memori.
Pengambilan memori. Usaha mengingat
informasi merek terdapat tiga faktor yang sangat penting.
Pertama, kehadiran informasi dari produk
lain dapat menghasilkan pengaruh interferensi dan menyebabkan kita gagal
mengenali atau bingung dengan data baru.
Kedua, waktu anatara paparan terhadap
informasi dan pemrograman berpengaruh semakin lama waktu tunda, semakin lama.
Ahli psikologi percaya bahwa ,memori sangat tahan lama, kekuatan kerusakan
asosiasinya sangat lambat.
Ketiga, informasi mungkin tersedia dalam
memori tetapi tidak dapat diakses tanpa tanda pemulih atau pengingat yang
tepat.
Misalkan saya meliahat
sebuah iklan di televisi, iklan tersebut mempromosikan sebuah minuman teh
dengan kemasan kotak karton, secara tidak langsung saya mengingat teh kotak, karena
tidak ada teh dengan kemasan kotak sebelumnya. Kemudian selang beberapa minggu
saya pergi ke minimarket dan melihat teh kotak tersebut, saya ingat dengan
iklan yang ada di televisi dan saya ingin membeli kemudian mencobanya.
Konsumen mengambil banyak macam keputusan membeli
setiap hari. Kebanyakan perusahaan besar meneliti keputusan membeli konsumen
secara amat rinci untuk menjawab pertanyaan mengenai apa yang dibeli konsumen,
dimana mereka membeli, bagaimana dan berapa banyak mereka membeli, serta
mengapa mereka membeli. Strategi pemasaran bukan hanya disesuaikan dengan
konsumen, tetapi juga mengubah apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh konsumen
tentang diri mereka sendiri, tentang berbagai macam tawaran pasar, serta
tentang situasi yang tepat untuk pembelian dan penggunaan produk.
Proses Keputusan Pembelian : Model Lima
Tahap
·
Pengenalan masalah : proses membeli diaman mengenal masalah
atau kebutuhan yang didorong rangsangan internal atau eksternal.Pemasar harus
mengidentifikasikan keadaan yang memicu kebutuhan dengan mengumpulkan informasi
dan mengembangkannya menjadi strategi pemasaran yang memicu minat konsumen.
·
Pencarian informasi : Yang menjadi perhatian utama pemasar adalah sumber-sumber informasi utama
yang menjadi acuan konsumen dan berpengaruh relatif tiap sumber tersebut
terhadap keputusan pembelian selanjutnya. Sumber informasi konsumen ada empat
yaitu :
·
Sumber pribadi.
Keluarga, teman, tetangga, kenalan.
·
Sumber
komersial. Iklan, wiraniaga, penyalur, kemasan, Penjaga di toko.
·
Sumber publik.
Media masa, organisasi penentu peringkat konsumen.
·
Sumber
pengalaman. Penanganan, pengkajian, dan pemakaian produk.
Setiap sumber informasi melakukan fungsi yang
berbeda dalam mempengaruhi keputusan pembelian.
Dinamika
pencarian. Melalui pengumpulan informasi, konsumen mempelajari merek pesaing
dan fitur mereka. Dalam alur dimulai
dari Total kumpulan – Kumpulan kesadaran – Kumpulan petimbangan – Kumpulan
pilihan – Keputusan. Misalnya seorang bapak ingin membeli mobil untuk keluarga,
mobil yang besar yang bisa memuat lima anggota keluarganya. Bapak ini memiliki
beberapa pilihan dalam menentukan keputusan pembeliannya, Ia mencari informasi
dan membandingkannya.
|
Total
kumpulan
|
Kumpulan
kesadaran
|
Kumpulan
petimbangan
|
Kumpulan
pilihan
|
Keputusan
|
|
Inova
|
Inova
|
Inova
|
Inova
|
Pajero
|
|
Xenia
|
Fortuner
|
Fortuner
|
Pajero
|
|
|
Avanza
|
Pajero
|
Pajero
|
|
|
|
Fortuner
|
Avanza
|
|
|
|
|
Pajero
|
|
|
|
|
·
Evaluasi alternatif : Keyakinan dan sikap. Melaui pengalaman
dan pembelajaran menimbulkan keyakinan dan sikap yang akam mempengaruhi
pembelian.
Beliefs
adalah pemikiran deskriptif bahwa seseorang mempercayai sesuatu. Beliefs dapat
didasarkan pada pengetahuan asli, opini, dan iman.
Sedangkan
attitudes adalah evaluasi, perasaan suka atau tidak suka, dan kecenderungan
yang relatif konsisten dari seseorang pada sebuah obyek atau ide.
Model
ekspetasi nilai. Pembentukan sikap menduga bahwa konsumen mengevaluasi produk
dan jasa dengan menggabungkan kenyakinan merek mereka berdasarkan arti
pentingnya.
Model
ekspetasi nilai. Pembentukan sikap menduga bahwa konsumen mengevaluasi produk
dan jasa dengan menggabungkan keyakinan merek mereka positd dan negative
berdasarkan arti pentingnya. Misalkan saya ingin membeli sebuah HP, saya memiliki 4 referensi yaitu
ASUS,Huawei,Lenovo. Saya mencari HP yang memiliki focus camera yang tinggi,
memori besar, harga. Jika saya ingin
focus camera yang tinggi, saya dapat membeli ASUS, jika saya ingin harga yang
murah saya dapat membeli Huawei. Dengan membandingkan kualitas masing-masing
saya akan menentukan pilihan Hp yang akan saya beli, disamping itu saya juga
akan menanyakan beberapa referensi dari teman, penjual HP.
·
Keputusan pembelian :
Dalam tahap evaluasi, para konsumen membentuk
preferensi atas merek-merek yang ada di dalam kumpulan pilihan. Konsumen juga
dapat membentuk niat untuk membeli merek yang paling disukai. Dalam
melaksanakan maksud pembelian, konsumen bias mengambil lima sub-keputusan: merek,
dealer, kuantitas, waktu, dan metode pembayaran.
Model
non kompesantoris dari pilihan konsumen. Model kompesantoris yaitu hal-hal yang
dianggap baiksebuah produk yang dapaty membantu menutup hal-hal yang buruk. Sedangkan model nonkompesantoris yaitu
pertimbangan hal-hal positif dan hal-hal negative tentang sebuah produk,
dimaana dengan pertimbangan yang lebih rinci akan mengambil sebuah keputusan
yang berbeda. Terdapat 3 heuristik (aturan) yaitu heuristic konjungtif,
konsumen menetapkan tingkat cutoff minimum yang dpat diterima untuk setiap
atribut dan memilih alternative pertama yang memenuhi standar minimum untuk
semua atribut. Heuristik leksikografis, konsumen memilih merek terbaik
berdasarkan atribut yang dianggap paling penting. Heuristik eliminasi
berdasrkan aspek, konsumen membandingkan merek berdasarkan atribut yang mereka
pilih secara probalistik dimana probabilitas pemilihan atribut berhubungan
positif dengan arti pentingnya dan menghilangkan merek yang tidak memenuhi
batasan minimum yang dapat diterima.
Konsumen
dalam menentukan pilihan pembeliannya tidak hanya menggunakan satu aturan
pilihan saja, terkadang dapat menggabungkan aturan tersebut. Misalkan dalam
menentukan pembelian HP terdapat beberapa referensi dan telah mengurangi
sejumlah pilihan kemudian dikelola dan mengevaluasi merek yang tersisa.
Faktor
pengintervensi. Jika konsumen melakukan evaluasi dua faktor dapat
mengintervensi antara maksud pembelian dan keputusan pembelian. Yang pertama
adalah sikap orang lain, batas dimana sikap seseorang mengurangi preferensi
kita untuk sebuah alternatif tergantung pada dua hal (1) intensitas sikap
negatif orang lain terhadap alternative yang kita sukai (2) motivasi kita untuk
mematuhi kehendak orang lain. Faktor kedua adalah faktor situasional yang tidak
diantisipasi, yang mungkin muncul untuk mengubah niat pembelian. Misalkan
mungkin pelayanan dari penjual mengecewakan yang membuat konsumen tidak jadi
membeli, adanya pembelian lain yang lebih penting. Keputusan konsumen untuk
memodifikasi, menunda, atau menghindari keputusan pembelian sangat dipengaruhi
oleh resiko anggapan. Konsumen dapat menilai jenis resiko dalam membeli dan
mengkonsumsi sebuah produk : Resiko Fungsional, produk tidak bekerja sesuai
harapan ; Resiko Fisik, produk mengancam kesehatan fisik pengguna ; Resiko
Keuangan, produk tidak layak untuk harga yang dibayarkan ; Resiko Sosial,
produk menimbulkan rasa malu dari orang lain ; Resiko Psikologis, produk
mempengaruhi jiwa pelanggan ; Resiko Waktu, kegagalan produk menghasilkan biaya
peluang untuk menemukan produk yang memuaskan lainnya.
·
Perilaku pasca pembelian : Tahap ketika konsumen mengambil tindakan lebih
lanjut setelah membeli berdasarkan pada rasa puas dan tidak puas. Sehingga
dapat mengevaluasi alternatif lain yang ada setelah melakukan transaksi.
Setelah melakukan pembelian, kadang konsumen merasa ragu akan kualitas dari
produknya dan anggapan orang lain tentang produk tersebut serta anggapan baik
tentang produk yang lain. Pemasar harusnya menyakinkan dan evaluasi yang dapat
memperkuat keputusan konsumen dan membuat merasa nyaman dengan keputusan yang
telah diambilnya itu.
Kepuasan
pasca pembelian. Kepuasan konsumen merupakan salah satu fungsi kedekatan antara
harapan dan kinerja anggapan produk. Jika kinerja tidak memenuhi harapan, maka
konsumen kecewa. Misalkan sebuah toko yang cukup besar tetapi pelayanan yang
diberikan oleh pegawai toko tidak baik, seperti tidak tanggap, tidak cekatan
hal ini yang membuat pelanggan merasa tidak puas dan merasa dirinya tidak
dilayani dengan baik, sehingga pelanggan merasa kecewa. Sebaliknya jika
memenuhi harapan, konsumen akan puas; dan jikan melebihi harapann, konsumen
akan sangat puas. Misalkan saja sebuah perusahaan penerbangan yang memberikan
service yang memuaskan kepada pelanggan dengan memberi salam, senyum,
menawarkan sesuatu dengan ramah, peka terhadap kemauan pelanggan, maka
pelanggan akan merasa puas dengan layanan yang diberikan. Dan tidak menutuo
kemungkinan pelanggan yang merasa puas tersebut akan memberitahu servis yang
baik yang dia terima kepada orang lain. Jika semakin besar kesenjangan antara
harapan dan kinerja akan menimbulkan ketidakpuasan bagi pelanggan.
Tindakan
pasca pembelian. Pelanggan yang merasa puas dengan produk yang dibelinya
cenderung akan kembali untuk melakukan pembelian kembali. Sebaliknya konsumen
yang merasa tidak puas akan cenderung memberitahukan ketidakpuasannya kepada
orang lain sehinggan orang lain secara tidak langsung akan terpengaruhi oleh
kekecewaan pelanggan tersebut tentang produk yang dibelinya. Dan mereka yang
tidak puas akan mencari informasi tentang produk lain yang memiliki kualitas
kinerja maupun harapan yang lebih tinggi daripada produk yang telah dibeli
sebelumnya. Mereka yang tidak puas akan mengeluhkan keluhannya kepada
perusahaan langsung menggunakan pengacara, keluhan pelanggan, ataupun badan
bisnis lainnya.
Penggunaan
dan penyingkiran pasca pembelian. Yang mendorong frekuensi penjualan adalah
tingkat konsumsi produk, semakin cepat produk itu dikonsumsi sebuah produk maka
semakin cepat juga pembeli akan kembali ke pasar untuk membeli produk itu lagi.
Salah satu strategi untuk mempercepat pergantian pergantian adalah mengkaitkan
tindakan menggantikan produk dengan liburan, kejadian atau waktu tertentu dalam
satu tahun. Misalnya, sebuah perusahaan minuman air putih memprediksi kebutuhan
minum setiap orang perhari membutuhkan berapa liter, dengan disesuaikan kondisi
cuaca hari itu apakah panas, cerah. Karena dengan prediksi tersebut pemasar
dapat mengetahui seberapa besar tingkat pembelian kembali yang akan dilakukan
oleh pembeli untuk membelinya lagi. Sebaliknya juga ketika konsumen sudah
memakai produknya maka akan dilakukan pembuangan kemasan dari produk tersebut.
Pemasar juga harus memahami bagaimana konsumen membuangnya apakah dapat merusak
lingkungan sekitar.
Teori
Lain tentang Pengambilan Keputusan Konsumen
Tingkat
keterlibatan konsumen. Keterlibatan konsumen dalam pembelian dimana terdapat
pemrosesan aktif yang dilakukan oleh konsumen dalam merespon suatu rangsangan
pemasaran.
Model
kemungkinan elaborasi, mengenai informasi dan perubahan sikap, menggambarkan
bagimana konsumen membuat suatu penilaian. Terdapat dua alat untuk mempersuasi
yaitu : rute pusat, dimana formasi atau perubahan sikap merangsang banyak
pikiran dan berdasarkan pertimbangan cermat dan rasional tentang informasi
produk terpenting ; dan rute periferal , diaman formasi dan perubahan sikap
mendorong jauh lebih sedikit pikiran dan berasal dari asosiasi merek dengan
pertanda periferal positif maupun negatif.
Strategi
pemasaran keterlibatan rendah. Jika konsumen terus memakai produk yang sama,
itu merupakan kebiasaan bukan merupakan
loyalitas merek yang kuat. Bukti menunjukkan bahwa konsumen mempunyai
keterlibatan rendah terhadap sebagian besar produk murah yang sering dibeli.
Pemasar harus memberikan perhatian khusus untuk memberika satu atau lebih
pertanda positif kepada konsumen untuk mengesahkan pilihan merek. Pertanda
[eriferal lain dapat menguntungkan merek seperti memperkerjakan selebriti yang
digemari, kemasan yang menarik, dan promosi yang menarik.
Perilaku
pembelian pencari keragaman. Beberapa situasi pembelian ditentukan karakternya
dengan keterlibatan rendah tetapi perbedaan mereknya signifikan. Konsumen
sering melakukan peralihan merek. Peralihan merek terjadi untuk mencari
keberagaman dan bukan karena ketidakpuasan.
Misalkan
seorang konsumen pada harin ini mencoba snack Leo, beberapa saat kemudian dia
membeli Chetos, besoknya dia membeli Kacang Sukro. Di sini konsumen bukan
merasa tidak puas dengan produk yang telah dia beli, melainkan konsumen ingin
mencoba produk lain yang memiliki rasa yang berbeda. Dengan beitu konsumen akan
mengenal setiap merek dan bagaimana rasanya.
·
Tingkat keterlibatan konsumen :
berdasarkan tingkat keterlibatan dan pemrosesan aktif yang dilakukan konsumen
dalam merespon rangsangan pemasaran.
·
Heuristik dan Bias kebutuhan :
Ø Heuristik
ketersediaan : konsumen mendasarkan
prediksi berdasarkan kecepatan dan kemudahan dimana satu contoh hasil tertentu
muncul di pikiran.
Ø Heuristik
representative : konsumen mendasarkan
berdasarkan representitatif atau semirip apa suatu hasil dengan contoh lain.
Ø Heuristik
penjangkaran dan penyesuaian : konsumen
sampai pada penilaian awal dan kemudian menyesuaikan berdasarkan informasi
tambahan.
·
Akuntansi Mental : mengacu pada cara konsumen mengkodekan, mengkategorikan, dan
mengevaluasi hasil financial dari pilihan.
Menentukan
profil proses keputusan pembelian pelanggan :
memahami perilaku pelanggan dalam hubungannya dengan produk disebut memetakan
sistem konsumsi pelanggan, siklus aktivitas pelanggan atau skenario pelanggan
B. Pasar
Bisnis
Pasar
bisnis berbeda dalam hal dengan pasar konsumen. Perbedaan utama terletak pada
struktur permintaan pasar, sifat unit pembelian, serta jenis keputusan dan
proses keputusan yang dilibatkan.
Pasar
bisnis terjadi dengan adanya pembelian organisasi dimana proses pengambilan
keputusan melalui proses ini organisasi formal menetapkan apakah perlu membeli
produk dan jasa dan mengidentifikasi, mengevaluasi serta memilih antara merek
dan pemasok yang ada.
Pasar
bisnis yang terdiri dari semua organisasi yang mendapatkan barang dan jasa yang
digunakan untuk memproduksi produk dan jasa lain kemudian dijual, disewakan,
atau dipasok ke organisasi lain. Beberapa industry yang memasuki pasar bisnis
seperti pertanian, perhutanan, dan perikanan ; pertambangan, manufaktur,
kontruksi, transportasi, komunikasi, utilitas publik, perbankan, keuangan dan
asuransi ; distribusi serta jasa. Lebih banyak transaksi yang dilakukan dan
pembelian barang yang berpindah tangan dalam penjualan ke pembeli bisnis,
dibandingkan dengan penjualan ke pembelian konsumen.
Misalkan
sebuah industri makanan yang memproduksi roti, dalam proses pembuatannya mereka
membutuhkan beberapa pemasok-pemasok untuk mendukung proses produksi. Mereka
membutuhakan supply dari perusahaan tepung, perusahaan perternakan telur,
bahan-bahan kue, perusahaan peralatan pembuat kue, tempat pengemasan. Dengan
demikian dari proses produksi samapai proses penjualan terdapat rantai-rantai
pasokan memberi banyak barang dan jasa lain untuk mendukung proses mereka.
Dimulai dari pemasok tepung, telur, bahan-bahan kue menjual mentahan kepada
pabrik pembuatan, melakukan seleksi terhadap bahan-bahan tersebut untuk
mendapatkan kualitas yang diinginkan, kemudian proses produksi dan pengemasan,
kemudian menjual roti-roti ke toko eceran, supermarket, pedangan keliling,
hingga sampailah produk roti mereka ke tangan konsumen.
Dalam
pemasar bisnis ini terdapat banyak tantangan yang dihadapi sama seperti pemasar
konsumen. Dengan lebih spesifik memahami pelanggan, apa yang mereka hargai
merupakan bagian penting.
Dalam pasar bisnis akan timbul
persaingan dengan banyaknya produsen-produsen yang menawarkan produk barang dan
jasa yang mereka hasilkan kepada para konsumen. Persaingan dalam dunia bisnis
semakin semarak dalam dewasa ini, pemasaran global membuat
perusahaan-perusahaan harus berusaha bagaimana mampu bersaing dengan perusahaan
lain yang menjadi pesaingnya.
Dengan adanya persaingan dalam pasar
bisnis maka setiap perusahaan akan melakukan langkah-langkah dalam melakukan
proses produksi dalam menghasilkan suatu barang dan jasa yang berkualitas dan
bermutu sehingga dapat menarik minat dan keinginan para konsumen untuk
memilikinya.
Berikut
tantangan dalam pemasar bisnis :
-
Memperluas pemahaman akan kebutuhan
pelanggan, segmen pasar dan penggerak nilai pelanggan
-
Bersaing seara global ketika cina dan
india mengubah bentuk pasar
-
Menguasai sarana analitis dan
meningkatkan keahlian kuantitatif
-
Mengembangkan inovasi sebagai mesin
pertumbuhan
-
Menciptakan model dan hubungan
organisasi baru
-
Memperbaiki tingkat pengembalian atas
pengambilan keputusan investasi pemasaran
-
Mendemostrasikan dan mendokumentasikan
nilai pelanggan yang dihantarkan dan harga sesuai nilai tersebut
Inilah
yang menjadi pembeda antara pemasar bisnis dengan pemasar konsumen :
§ Pembeli
yang lebih sedikit tetapi lebih besar. Pemasar bisnis berhubungan dengan jumlah
pembeli yang lebih sedikit daripada pemasar konsumen tetapi kuantitas yang
dibeli jauh lebih besar daripada pemasar konsumen. Seperti sebuah perusahaan
tepung Bogasari, mereka melayani pembelian konsumen maupun pembelian
organisasi. Pembelian konsumen biasanya dilakukan untuk kebutuhan rumah tangga,
sedangkan pembelian organisasi dilakukan oleh sebuah organisasi kemuadian
diolah kembali dan dijual ke konsumen. Bogasari memasuk produknya ke perusahaan
roti, perusahaan pembuat mie, distributor utama.
§ Hubungan
pemasok - pelanggan yang erat. Karena
jumalah pelanggan yang lebih kecil dan memiliki pengaruh dan kekuatan pelanggan
yang lebih besar, [emasok diharapkan bisa menyesuaikan penawaran merek dengan
kebutuhan pelanggan bisnis secara individu. Biasanya pembeli bisnis memilih
pemasok yang juga membeli dari mereka. Misalkan sebuah perusahaan laptop
Fujitsu memilih Intel sebagai pemasok micro chipnya, dimana intel sendiri juga
membeli sejumalah produk Fujitsu dalam proses administrasinya.
§ Pembelian
profesional. Barang-barang yang dibeli oleh agen pembelian yang sudah terlatih,
telah mengikuti kebijakan, ketetapan, batasan dan syarat pembelian organisasi.
Dimana di dalam pembelian organisasi ini kualitas produk menjadi perhatian
utama dibanding di pembelian konsumen. Pembeli profesional menghabiskan karir
mereka untuk mempelajari bagaimana cara membeli yang baik. Dengan begini
pemasar bisnis harus menyediakan data teknis yang lebih banyak dan spesifik
tentang produknya dan keunggulan dibandingkan dengan produk pesaingnya.
§ Pengaruh
pembelian berganda. Dalam menentukan keputusan pembelian dipengaruhi oleh orang
lain. Di suatu organisasi dalam menentukan pembelian akan didampingi, diberi
masukan, rekomendasi dari para atasan senior, orang yang sering melakukan
pembelian barang-barang utama. Pemasar dapat mengirim tim penjualan yang telah
terlatih untuk menghadapi mereka yang terlatih dalam melakukan pembelian
tersebut.
§ Panggilan
penjualan berganda. Diperlukan empat sampai empat setengah panggilan untuk
menutup rata-rata penjualan industri. Perusahaan dapat melakukan berbagai usaha
untuk mendanai sebuah proyek dan siklus penjualan – antara menyebutkan tugas
dan menghantarkan produk sering diukur dalam waktu tahunan.
§ Permintaan
turunan. Permintaan untuk barang bisnis pada dasrnya diturunkan dari permintaan
barang konsumen. Pembeli bisnis juga juga harus memberikan perhatian tentang
faktor ekonomi saat ini maupun di masa yang akan datang, seperti tinggan
produksi, investasi, pengeluaran konsumen, inflasi dan suku bunga. Ketika
perekonomian sedang mengalami resesi, mereka cenderung mengurangi investasi
untuk pabrik, peralatan, dan persediaan. Mereka hanya dapat berjuang dalam
meningkatkan atau mempertahankan pangsa permintaan yang telah ada.
§ Permintaan
inelastis. Total permintaan yang dilakukan atas produk barang dan jasa bersifat
inelastis, dimana besarnya permintaan tidak bergantung pada tingkat naik atau
turunnya harga. Jika harga produk tersebut turun pembeli tidak akan membeli
dalam jumalah banyak, begitu sebaliknya dimana harga mengalami kenaikan pembeli
tidak akan mengurangi permintaanya.
§ Permintaan
yang berfluktuasi. Permintaan barang dan jasa bisnis cenderung tidak stabil
dibandingkan dengan permintaan barang dan jasa konsumen.
§ Pembeli
yang terkonsentrasi secara geografis. Konsentrasi produsen secara geografis
membantu mengurangi biaya penjualan. Dimana di Indonesia konsentrasi industri
sendiri berpusat di pulau Jawa, dan dibagi lagi untuk industri pabrik di Jawa
Barat.
§ Pembelian
langsung. Pembeli bisnis seringkali membeli langsung dari produsen dan tidak
melalui perantara, terutama pada barang-barang yang rumit atau mahal.
Situasi
Pembelian. Sebelum melakukan pembelian bisnis harus memutuskan banyak hal
seperti : kompleksitas masalah yang dihadapi, seberapa baru persyaratan
pembelian, jumalah orang yang terlibat dan waktu yang diperlukan.
Pembelian
kembali langsung. Dalam melakukan kembalian langsung ini dimana departemen
pembelian memesan kembali persediaan seperti persediaan kantor, secara rutin
dan memilih pemasok dari daftar yang telah dipilih. Pemasok sendiri berusaha
mempertahankan kualitas produk dan sering menawarkan sistem pemesanan kembali
otomatis untuk menghemat waktu. Pemasok lain berusaha menawarkan sesuatu yang
baru dan mengekploitasi ketidakpuasan konsumen dengan pemasok yang saat ini.
Tujuan pemasok lain adalah mendapat pesanan kecil dan memperbesar pangsa mereka
dengan berjalannya waktu. Sebagai contoh sebuah rumah makan yang menjual olahan
mie, memasok mie dari perusahaan A. Suatu hari kualitas mie yang diterima oleh
rumah makan tersebut tidak seperti biasanya mie yang lembek dan mudah putus,
dengan demikian rumah makan merasa kecewa. Melihat hal ini perusahaan B pun
menawarkan produk mie nya, sebagai
penawaran mereka memberikan mie untuk di bandingkan dengan perusahaan A, rumah
makan merasa kualitas mie milik perusahaan B cukup baik dan beralih ke pemasok
perusahaan B.
Pembelian
kembali modifikasi. Dimana pembeli melakukan modifikasi produk, harga,
kebutuhan yang lain. Pembelian kembali melakukan modifikasi dan melibatkan
peserta tambahan dari kedua pihak. Hal inilah yang membuat pemasok menjadi
kawatir, dan inilah yang dilihat oleh para pesaing untuk menawarkan dan
mengajukan produknya untuk mendapatkan kerjasama bisnis.
Tugas
baru. Pembeli bisnis mengambil keputusan paling sedikit dalam situasi pembelian
kembali langsung dan paling banyak dalam situasi tugas baru. Seiring
berjalannya waktu situasi pembelian baru akan menjadi pembelian kembali
langsung dan kemudian pembelian kembali secara rutin. Pembelian tugas-tugas
baru adalah kesempatan dan tantangan terbesar pemasar. Proses pemberian tugas
baru melalui beberapa tahap seperti : kesadaran, minat, evaluasi, percobaan,
dan penerapan. Dalam situasi tugas-tugas baru, pembeli harus menentukan
spesifikasi produk, batasan harga, jadwal dan waktu pengiriman, jadwal
pelayanan, jadwal pembayaran, jumalh pesanan, pemasok yang masuk daftar dan
pemasok yang dipilih.
Pembelian
dan Penjualan sistem : Pembeli
bisnis lebih suka membeli solusi total suatu masalah dari satu penjual, hal ini
disebut dengan pembelian sistem. Salah satu varian dari penjualan sistem adalah
penetapan kontrak sistem , dimana satu pemasok tunggal menyediakan semua
kebutuhan persediaan MRO pembeli ( pemeliharaan, perbaikan, operasi ).
Merupakan strategi pemasaran industry kunci dalam mengajukan penawaran untuk
membangun proyek industri skala besar (bendungan, pabrik, sistem irigasi, kota
baru).
Peserta Proses Pembelian Bisnis .
·
Pusat pembelian : semua individu atau kelompok yang berpartisipasi dalam proses
pengambilan keputusan pembelian yang memiliki beberapa tujuan yang sama berikut
resiko dari pengambilan keputusan tersebut.
a.
Pencetus : meminta pembelian sesuatu
b.
Pengguna
: mereka menggunakan produk/jasa, mencetuskan proposal pembelian dan
membantu mendefinisikan persyaratan produk.
c.
Pihak yang mempengaruhi : orang yang mempengaruhi keputusan
pembelian, dengan membantu mendefinisikan spesifikasi dan menyediakan informasi
untuk evaluasi alternatif-alternatif
d.
Pengambil keputusan : orang yang memutuskan persyaratan produk
atau criteria pemasok yang sesuai
e.
Pemberi persetujuan : orang yang mengotorisasikan tindakan yang
diambil oleh pengambil keputusan atau pembeli
f.
Pembeli
: yang memiliki otoritas resmi untuk memilih pemasok dan mengatur syarat
pembelian. Para pembeli dapat
membantu menyusun spesifikasi produk, namun peran utama mereka adalah memilih
pemasok dan bernegosiasi. Dalam pembelian yang lebih rumit, para pembeli
mungkin mencakup manajer tingkat tinggi.
g.
Penjaga gerbang : orang yang mempunyai kekuatan untuk
mencegah penjual atau informasi agar tidak terjangkau anggota pusat pembelian
(agen pembelian, resepsionis, dan operator telepon) dapat mencegah wiraniaga
agar tidak menghubungi pengguna atau pengambilan keputusan.
Beberapa
orang dapat menjalankan peran sebagai pengguna dan satu orang bisa menjalankan
banyak peran.
Pengaruh
pusat pembelian . Memiliki minat, otorisasi, status, dan persuasiv yang berbeda
kadang-kadang criteria keputusan yang berbeda. Misalkan personel operasional
menginginkan semua rencana strategi organisasi dapat berjalan efektif dan
efisien, personel keuangan ingin focus pada ekonomi pembelian. Pembeli bisnis
memiliki motivasi, presepsi, dan referensi pribadi yang dipengaruhi oleh usia,
penghasilan, pendidikan, posisi pekerjaan,
kepribadian, sikap terhadap resiko dan budaya. Setiap pembeli mempunyai
gaya membeli yang berbeda. Kebutuhan organisasi membeli solusi bagi 2 masalah:
masalah ekonomi dan strategis organisasi serta kebutuhan pribadi mereka sendiri
akan pencapaian dan penghargaan pribadi.
Penentuan target pusat pembelian : untuk
membidik usaha dengan tepat, pemasar bisnis harus mengetahui :Siapa peserta
utama dalam pengambilan keputusan? , Apa keputusan yang mereka pengaruhi?,
Sejauh apa pengaruh mereka?” Pemasar bisnis kdadang tidak terlalu tahu persis
jenis dinamika kelompok yang terjadi sepanjang proses pengambilan keputusan,
informasi apapun yang diperoleh akan bermanfaat. Penjual kecil berkonsentrasi
untuk menjangkau Influencer kunci.
Penjual besar melakukan penjualan multilevel yang mendalam untuk menjangkau
peserta sebanyak mungkin. Perusahaan harus mengandalkan program komunikasi
diaman dapat mempengaruhi pembelian serta terus memberikan informasi kepada
pelanggan yang sudah ada.
Para pembeli bisnis menanggapi banyak pengaruh saat
mereka mengambil keputusan pembelian. Jika tawaran pemasok sama, para pembeli
bisnis dapat memenuhi tuntutan pembeliannya dari pemasok mana pun, dan mereka
lebih mengutamakan pemasok yang memberikan perlakuan pribadi kepada mereka.
Jika tawaran pemasok berbeda secara substansial, para pembeli bisnis
bertanggung jawab atas pilihan mereka dan memberi perhatian yang lebih besar
pada faktor-faktor ekonomi.
Para pembeli bisnis menanggapi empat pengaruh utama : faktor
lingkungan, faktor organisasi, faktor antarpribadi, dan faktor pribadi. Berikut
ini akan diuraikan tentang empat pengaruh utama yang mempengaruhi keputusan
pembelian organisasi :
· Faktor Lingkungan : pembeli bisnis memberi perhatian yang besar pada faktor-faktor
ekonomi yang sedang berlangsung atau yang diperkirakan, seperti level produksi,
investasi, pengeluaran konsumen, dan tingkat suku bunga. Pada masa resesi,
pembeli bisnis mengurangi investasi untuk pabrik, peralatan, dan persediaan.
Para pemasar bisnis hampir tidak dapat melakukan apa-apa untuk merangsang
permintaan total di dalam lingkungan itu. Mereka hanya dapat berjuang keras
untuk meingkatkan atau mempertahankan pangsa permintaan mereka.
· Faktor Organisasi : Setiap organisasi memiliki tujuan, kebijakan, prosedur,
struktur organisasi, dan sistem yang spesifik. Faktor-faktor
organisasi lain yang dapat mempengaruhi proses pembelian sebagai berikut :
1. Kontrak jangka panjang
2. Evaluasi kinerja pembelian dan
perkembangan profesi pembeli
3. Membaiknya manajemen rantai pasokan
4. Produksi yang ramping
·
Faktor antar-pribadi dan pribadi : Tiap-tiap pembeli memiliki motivasi, persepsi, dan
preferensi pribadi yang dipengaruhi oleh umur, penghasilan, pendidikan,
jabatan, kepribadian, sikap terhadap resiko, dan budaya pembeli tersebut. Para
pembeli dengan pasti menunjukkan gaya yang ”ahli,” pembeli yang ”ingin yang
terbaik,” dan pembeli yang ”ingin semuanya beres.”
Proses Pembelian/Pengadaan
Pada umumnya pembeli ingin
mendapatkan manfaat tertinggi ( ekonomi, teknis, jasa dan sosial) ditinjau dari
sudut pandang biaya penawaran pasar. Tugas pemasar sendiri adalah membuat
penawaran yang menguntungkan dan menghantarkan nilai pelanggan yang unggul
kepada pembeli yang dituju.
·
Presepsi departemen pembelian : Dimasa lalu departemen pembelian menduduki
posisi yang rendah, karena kerasnya persaingan menyebabkan perusahaan menaikkan
mutu departemen pembelian dan menaikkan derajat ke tingkat wakit presiden.
Lebih berorientasi strategis mempunyai misi mencari nilai terbaik dari pemasok
yang lebih sedikit dan lebih baik. Peningkatan mutu pembelian mengartikan bahwa
pemasar bisnis harus memperbaiki bagian penjualan untuk menyesuaikan diri
dengan caliber pembeli bisnis yang lebih tinggi.
·
Organisasi dan Administrasi
pembelian : Sebagai professional
pembelian menggambarkan pekerjaan mereka sebagai lebih strategis, lebih teknis,
berorientasi tim, dan lebih melibatkan tanggung jawab. Beberapa perusahaan
mulai melakukan pemusatan pembelian.Bagi pemasar bisnis, perkembangan ini
berarti berurusan dengan pembeli yang lebih sedikit tetapi tingkatnya lebih
tinggi dan menggunakan kelompok penjualan untuk berurusan dengan pembeli
korporat besar. Perusahaan mulai mendesentralisasikan beberapa operasi
pembelian dengan memberdayakan karyawan untuk membeli barang-barang kecil
melalui kartu pembelian korporat yang dikeluarkan oleh perusahaan kartu kredit.
Tahap-Tahap dalam Proses Pembelian
·
Pengenalan masalah : Proses dimana sebuah perusahaan menyadari
adanya masalah atau kebutuhan yang dapat diatasi dengan memperoleh barang atau
jasa.Dalam proses ini dapat dipicu oleh stimulus internal dan eksternal.
Stimulus internal bisa berupa keputusan perusahaan untuk mengembangkan produk
baru sehingga memerlukan peralatan dan bahan baru.Dan jika bahan dari pemasok
tidak memuaskan akan mencari pemasok lain, atau mencari barang yang lebih murah
dengan kualitas yang lebih baik. Sedangakan eksternal pembeli mungkin mendapat
ide-ide baru dari pameran, melihat iklan, mendapat informasi dari wiraniaga
yang menawarkan produk yang lebih baik atau harganya yang lebih rendah. Disini
pemasar bisnis dapat merangsang pengenalan masalah melalui surat, telemarketing
atau bahkan menelpon langsung calon pelanggan.
·
Deskripsi kebutuhan umum dan spesifikasi
produk : Pembeli menentukan
karakteristik umum dari barang yang dibutuhakan dan kuantitasnya. Barang yang
standart tidak seberapa memerlukan karakteristik produk. Untuk barang yang
lebih kompleks pembeli akan berkerja dengan pihak lain seperti insiyur,
pengguna untuk mendefinisikan karakteristik seperti kehandalan, durabilitas,
atau harga. Disini pemasar bisnis dapat membantu dengan menerangkan bagaimana
prosuk mereka memenuhi atau bahakan melebihi kebutuhan si pembeli. Sekarang
organisasi menetapka spesifikasi teknis barang dan memakai jasa enjiniring
untuk menganalisis nilai produk dimana itu adalah sebuah metode pengurangan
biaya dengan cara mempelajari komponen untuk menentukan komponen apakah dapat
dirancang ulang atau distandarkan dengan metode produksi yang lebih murah.
·
Pencarian pemasok : Kemudian pembeli akan mengidentifikasikan
pemasok yang paling tepat melalui direktori perdagangan, kontak dengan
perusahaan lain, iklan dan pameran perdagangan atau juga melalui internet.
Dimasa sekarang muali sering melakukan pembelian lewat internet yang memiliki
implikasi yang luas bagi pemasok. Beberapa perusahaan yang membeli melalui
internet menggunakan bebrapa bentuk : Situs katalog, perusahaan dapat memesan
ribuan pesanan yang telah didistribusikan melalui peranti lunak. ; Pasar
vertikal, perusahaan yang membeli produk industri seperti plastic, besi, zat
kimia dengan menggunakn situs web khusus.Keuntungan yang didapatkan adalah
mereka dapat mengetahui harga pasaran yang berlaku. ; Situs lelang “ pure
play”, misalkan e-bay yang merupaka suatu situs web yang melayani jasa lelang
online dengan menjual berbagai kebutuhan seperti suku cadang industri, bahan
mentah, jasa. ; Pasar spot ( atau bursa ), dalam pasar ini harga selalu
berubah-ubah setaip menit. ; Bursa pribadi, mengoperasika bursa pribadi untuk
berhubungan dengan kelompok pemasok dan mitra yang diundang khusus melaui web.
; Pasar barter, peserta menawarkan untuk menukar barang atau jasa. ; Aliansi pembelian, beberapa perusahaan yang
melakukan pembelian yang sama bergabung untuk membentuk suatu konsorsium
pembelian untuk memdapatkan diskon besar atas pembelian dengan partai yang
besar.
Pemasaran melalui bisnis online ini
memiliki keunggulan yaitu menghemat biaya transaksi dengan pemasok, mengurangi
waktu dalam pemesanan dan pengiriman, mengkonsolidasikan sistem pembelian, dan
semakin memperkuat hubungan langsung antara mitra dan pembeli. Sedngakan
kelemahannya adalah pembelian bisnis online mempercepat terkikisnya loyalitas
pemasok dan pembeli dan berpotensi munculnya masalah keamanan.
Para pembeli
bisnis membeli barang dan jasa untuk menghasilkan uang, atau untuk mengurangi
biaya operasi dalam proses pembelian, atau untuk memenuhi kewajiban sosial atau
hukum
E-procurement, situs web diatur
berdasarka dua jenis e-hub: hub vertikal yang berpusat pada industri dan hub
fungsional.
Mencari petunjuk. Tugas pemasok adalah
memastikan bahwa dirinya dipertimbangkan ketika pelanggan berada di dalam pasar
dan mencari pemasok. Pemasar harus bekerjasama dengan penjualan untuk
mendefinisikan apa yang mengahsilkan prospek “ siap jual” dan bekerjasama untuk
mengirimkan pesan yang tepat melalui telepon penjualan, pameran perdagangan,
kegiatan online, humas, acara-acara, surat langsung dan referensi.
·
Pengumpulan proposal : kemudian setelah pembeli menentukan
pemasok, pembeli mengundang pemasok untuk menyerahkan proposal. Setelah
evaluasi, pembeli akan mengundang beberapa pemasok untuk melakukan presentasi
resmi. Disini pemasar bisnis harus ahli dalam meneliti, emnulis dan
mempresentasikan proposal. Proposal tertulis harus terdapat dokumen pemasaran
yang menjelaskan nilai dan manfaat untuk pelanggan. Sedangkan presentasi lisan
yang harus dilakukan adalah membangkitakan kepercayaan serta memposisikan diri
yang memiliki kapabilitas dan sumber daya perusahaan sehinggan memiliki nilai
yang lebih dari pada perusahaan pesaing. Proposal dan penjualan ini seringkali
terbentuk dengan sebuah tim.
·
Pemilihan pemasok : Sebelum memilih pemasok, pusat pembelian
akan menyebutkan atribut pemasok yang diinginkan dan menunjukan yang mana
menjadi prioritas. Peneliti yang mempelajari bagaimana pemasar bisnis menentukan
nilai pelanggan menemukan empat metode penilaian pelanggan yang berbeda.
Mengatasi tekanan harga. Pusat pembelian
mungkin berusaha bernegosiasi dengan pemasok yang dipilih untuk mendapatkan
harga dan syarat yang lebih baik. Beberapa perusahaan menangani pembeli
berorientasi harga dengan memberi harga yang lebih rendah tetapi dengan syarat
yang ketat : kuantitas terbatas, tidak ada pengembalian uang, tidak ada
penyesuaian, tidak ada pelayanan. Penjualan solusi juga dapat meringankan
tekanan harga dan mempunyai berbagai bentuk : Solusi untuk meningkatkan
pendapatan pelanggan, solusi untuk menurunkan resiko pelanggan, solusi untuk
menurunkan biaya pelanggan.
·
Spesifikasi pesanan-rutin : Setelah memilih pemasok, pembeli akan
membuat spesifikasi teknis seperti jumlah yang diperlukan, waktu pengiriman
yang diinginkan, kebijakan pengembalian, jaminan dan lainnya.Dalam
pemeliharaan, operasi dan perbaikan ,pembeli akan melakukan pendekatan blanket
contract. Dimana menetapkan hubungan jangka panjang dan pemasok berjanji untuk
menyediakan kembali kebutuhan pembeli sesuai yang diperlukan dan harga yang
telah disepakati, sepanjang periode tertentu. Sistem ini mengunci oemasok dan
pembeli dengan lebih erat dan mempersulit pemasok luar untuk masuk kecuali
pembeli tidak puas dengan harga, kualitas, dan pelayanan pemasok dalam. Mereka
akan menandatangani kontrak jangka panjang dengan pemasok untuk memastikan
aliran bahan stabil. Pemasar bisnis juga harus membentuk jaringan tambahan
dengan pelanggan penting untk memfasilitasi dan menurunkan biaya transaksi.
Pesanan pelanggan dimasukkan secara langsung ke dalam computer. Pemasok ini
sangat mengenal tingkat persediaan pelanggan dan bertanggungjawab mengisinya
secara otomatis melalui program pengisian berkelanjutan.
·
Tinjauan kerja : pembeli akan meninjau kerja pemasok secara berkala. Pembeli
dapat menghubungi pembeli akhir dan meminta penilaian, pembeli dapat memberikan
penilaian peringkat pemasok berdasarkan berdasarkan beberapa criteria dengan
menggunakan metode nilai tertimbang, pembeli dpat menggabungkan biaya kerja
yang buruk untuk menghasilkan biaya pembelian yang disesuaikan , termasuk
harga. Tinjauan kerja yang dilakukan ini dapat menjadi pertimbangan pembeli
dalam menetapkan, memodifikasi, atau mengakhiri hubungan pemasok.
Mengelola
Hubungan Pelanggan Bisnis ke Bisnis. Untuk meningkatkan efektifitas dan
efesiensi, pemasok dan pelanggan bisnis melakukan eksplorasi dengan beragam
cara untuk mengelola hubungan mereka.
·
Manfaat koordinasi vertikal : koordinasi vertikal leboh besar antara
mitra pembelian dan penjualan, mereka tidak hanya bertransaksi tetapi terlibat
dalam kegiatan yang menciptakan nilai yang lebih besar bagi kedua pihak. Membangun
kepercayaan adalah salah satu syarat hubungan jangka panjang yang sehat.
a.
Hubungan anatara agen periklanan dank
lien
ü Dalam
tahap pembentukan hubungan, salah satu mitra mengalami pertumbuhan pasar yang
substansial : perusahaan manufaktur memanfaatkan teknik
produksi masal mengembangkat produk nasional
ü Ketidaksimetrisan
informasi anatar mitra menyiratkan bahwa kemitraan akan menghasilkan lebih
banyak laba dibandingkan jika mitra berusaha menginovasi wilayah perusahaan
lainnya : agen periklanan mempunyai
pengetahuan khusus yang tidak dimiliki dengan mudah oleh klien mereka
ü Setidaknya
salah satu mitra menempatkan penghalang yang tinggi di pintu masuk sehingga
mencegah mitra lain memasuki bisnis :
agen periklanan tidak dapat menjadi produsen nasional dengan mudah
ü Ada
ketidakseimbangan ketergantungan sehinggan satu mitra dapat mengendalikan atau
mempengaruhi mitra lain : agen
periklanan mengendalikan seluruh akses media
ü Slah
satu mitra mengambil keuntungan dari ekonomi-ekonomi skala yang berkaitan
dengan hubungan ini : agen
periklanan mendpat keuntungan dengan menyediakan informasi pasar yang sama
kepada banyak klien.
b.
Hubungan pembeli dan pemasok
ü Pembelian
dan penjualan dasar : pertukaran
sederhana dan rutin dengan tingkat pertukaran kerjasama dan informasi yang
moderat
ü Pembelian
per elemen : memerlukan lebih
banyak adaptasi oleh penjual serta pertukaran kerjasama dan informasi yang
lebih sedikit
ü Transaksi
kontraktual : pertukaran yang
didefinisikan berdasarkan kontrak resmi dan memiliki tingkat kepercayaan,
kerjasama, dan interaksi yang rendah
ü Pasokan
pelanggan : dalam situasi pasokan
umum tradisional, persaingan dan bukan kerjasama merupakan bentuk tata kelola
yang dominan
ü Sistem
kerjasama : memiliki
cara-cara operasional yang seragam, tetapi tidak menunjukkan komitmen
structural melalui sarana atau adaptasi hukum
ü Kolaboratif : sebagian kepercayaan dan komitmen
menimbulkan kemitraan sejati
ü Adaptif
di kedua pihak : pembeli dan
penjual melakukan banyak adaptasi hubungan khusus, tetapi tanpa harus mencapai
kerjasama dan kepercayaan yang kuat
ü Pelanggan
adalah raja : penjual
menyesuaikan diri untuk memenuhi kebutuhan pelanggan tanpa mengharapkan banyak
adaptasi atau perubahan sebagai bayarannya
·
Hubungan bisnis : Resiko dan
Oportunitime : Investasi khusus adalah
pengeluaran yang dirancang khusus untuk perusahaan dan mitra rantai nilai.Investasi ini membantu
perusahaan menumbuhkan laba dan mencapai positioning
mereka.Tetapi juga memiliki resiko besar bagi pelanggan dan pemasok. Oportunisme adalah salah satu bentuk
kecurangan atau pengurangan pasokan terhadap suatu kontrak implicit/eksplisit.
Oportunisme menjadi masalah karena perusahaan harus mendedikasikan sumber daya
untuk pengendalian dan pengawasan yang sebenarnya dapat dialokasikan untuk
tujuan yang lebih produktif.
Pasar
Lembaga dan Pemerintah
Pasar
kelembagaan terdiri dari sekolah, rumah sakit, balai pengobatan, penjara, dan
lembaga lain yang harus memberikan barang dan jasa kepada orang-orang yang
mereka urusi. Banyak dari organisasi itu ditandai oleh anggaran yang rendah dan
pembeli bisnis yang sudah pasti jumlahnya. Sebagai contoh, rumah sakit harus
memutuskan mutu makanan yang akan dibeli untuk pasiennya. Tujuan pembeliannya
bukanlah laba, karena makanan tersebut disediakan bagi pasien sebagai bagian
dari paket pelayanan total. Minimisasi biaya juga tidak menjadi tujuan
satu-satunya karena makanan yang buruk akan menyebabkan pasien mengajukan
keluhan dan merusak reputasi rumah sakit. Agen / petugas pembelian rumah sakit
harus mencari pemasok makanan kelembagaan dengan mutu yang memenuhi atau melampau
standar minimum tertentu dan harga yang rendah. Sesungguhnya, banyak pemasok
makanan yang membentuk divisi terpisah untuk melakukan penjualan kepada pembeli
kelembagaan, karena kebutuhan dan karakteristik khusus pembelian mereka. Begitu
pula yang terjadi pada kelembagaan sekolah, balai pengobatan, penjara maupun
lembaga-lembaga lainnya.
Banyak survei
yang dilakukan oleh berbagai lembaga atau perusahaan di Indonesia menunjukkan
bahwa perusahaan yang memperhatikan keinginan dan kebutuhan pembeli bisnisnya
dapat memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik dibandingan perusahaan
lain. Kualitas pelayanan yang lebih baik inilah yang kemudian akan
berkontribusi pada tingkat kepuasan pembeli bisnis. Jadi, hubungan “fokus pada
pembeli bisnis-kualitas pelayanan - tingkat kepuasan” merupakan rantai yang
memang sudah terbukti secara empiris.
Kesadaran akan
keharusan berfokus pada pembeli bisnis mendorong berbagai pemasar bisnis
terus berbenah diri. Pembenahan dari sisi 3p - process, people,
dan physical evidence menjadi kecenderungan saat ini. Oleh karena hampir
semua pemasar bisnis juga melakukan hal yang sama, tampaknya semakin
sulit saja upaya untuk menjadikan ke 3p tersebut sebagai sumber diferensiasi.
Di
sebagian besar negara, organisasi pemerintah adalah pembeli barang dan ajsa
yang utama. Pada umumnya mengharuskan pemasok mengajukan penawaran dan sering
memberikan kontrak kepada penawaran terendah. Pemerintah akan memberikan
kompensasi atas kualitas yang baik atau reputasi menyelesaikan kontrak tepat pada
waktunya.
Misalkan
dalam pembuatan jembatan Suramadu pemerintah Jawa Timur akan meminta sejumlah
vendor / konstruksi untuk menangani pembuatan jembatan tersebut. Beberapa
perusahaan akan menawarkan jasanya untuk membuat proyek tersebut. Pemerintah
sendiri tidak akan menerima begitu saja, para vendor ini terlebih dahulu harus
mengisi formulir dan harus memenuhi kriteria serta syarat-syarat tertentu.
Setelah para vendor mengisi semua administrasi baru pihak dari pemerintah
melakukan penyeleksian dan kemudian hanya ada satu vendor saja yang menangani
proyek tersebut. Dalam proses pembuatn jembatan tersebut pemerintah juga
melakukan pengawasan dimana memantau selama proses pembuatan berlangsung, dari
sana mereka melihat apakah vendor telah bekerja seperti yang diharapkan atau
tidak. Setelah selesai apakah sesuai dengan target waktu penyelesaian tepat
waktu.
Aku adalah Mrs. Nur Amalina, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka adalah banyak scammers dan pemberi pinjaman pinjaman palsu di internet. Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana Tuhan menolong saya dengan mengarahkan saya kepada pemberi pinjaman asli, setelah itu saya telah dibodohi oleh banyak pemberi pinjaman di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan menggunakan teman saya yang kemudian menyebut saya sebagai pemberi pinjaman yang sangat andal bernama Ibu Amal meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 750 juta rupiah (Rp750 juta) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan dan hanya dengan tingkat bunga 2% saja.
BalasHapusSaya sangat terkejut saat memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan jumlah yang saya ajukan Karena saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jika Anda memerlukan pinjaman, silakan hubungi dia melalui email: (charitywhitefinancialfirm@gmail.com) dan dengan rahmat Tuhan dia tidak akan mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman
Anda juga bisa menghubungi saya di email saya: (nuramalinasofiyani05@gmail.com) Akan melakukan yang terbaik untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya. Itu
Halo Agustus
BalasHapusKami menerima formulir pinjaman Anda dan saya ingin Anda tahu bahwa kami dapat memberikan pinjaman ini sebesar Rp1.000.000.000,00 tetapi sebelum kami dapat melanjutkan, kami ingin menjelaskan syarat dan ketentuan perjanjian pinjaman kami, yang harus dipenuhi oleh setiap pemohon.
PERSETUJUAN PERJANJIAN PINJAMAN:
Ketentuan perjanjian ini bersifat opsional dan Anda dapat memilih satu yang cocok untuk Anda dari salah satu dari 2 opsi.
1: Anda harus memberikan jaminan yang setara dengan jumlah pinjaman Rp1.000.000.000,00 yang Anda butuhkan dari kami dan harus dikirim ke Kantor Pusat Perusahaan kami di AS atau Cabang di Nigeria, dengan cara apa pun (perusahaan pengiriman DHL).
ATAU
2: Anda harus membayar biaya originasi, yang akan digunakan untuk melisensikan pinjaman tanpa jaminan Anda untuk menjamin keamanan, keselamatan, dan asuransi dana Rp1.000.000.000,00 yang akan mentransfer rekening bank Anda.
SYARAT DAN KETENTUAN KREDIT:
Jumlah Pinjaman: Rp1.000.000.000,00
Suku Bunga Pinjaman: 2,00%
Jangka waktu pinjaman: 10 tahun
Pembayaran Pinjaman Bulanan: Rp9.201.345,38
Jumlah Pembayaran: 120
Pembayaran Kumulatif: Rp1.104.161.446,17
Total Bunga yang Dibayar: Rp104.161.446,17
Catatan: Pembayaran pinjaman bulanan dihitung pada 119 pembayaran sebesar Rp9.201.345,38 ditambah pembayaran akhir sebesar Rp9.201.345,95.
Jadi jika Anda setuju dengan kami, kembalilah kepada kami sekarang dengan mengirimkan salinan foto KTP Anda, untuk verifikasi dan kami dapat melanjutkan proses pinjaman dan persetujuan untuk pencairan.
Salam pembuka!