Jumat, 26 Februari 2016

10 Keputusan Operasional - PT. Suprama, Manajemen Operasional

PT. Surya Pratista Hutama (SUPRAMA)
Alamat : Jl. Raya Sidoarjo. Wonoayu Km 3
Suko, Sidoarjo – 61251
Jawa Timur. Indonesia

Telp : 031-896 3765


Profil PT.Suprama
            Suprama telah bergerak dalam usaha pembuatan mi dan snack selama lebih dari empat puluh tahun. Merek kami, Burung Dara, telah dikenal sebagai salah satu produsen dalam industri mi kering dengan mutu yang diakui. Selain merek sendiri, kami juga bergerak dalam bidang co-packing. Mi instan dan snack kami untuk pasar domestik dan internasional diterima dengan baik.
            Kami percaya dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dengan menyediakan pelatihan di segala bidang untuk para karyawan dan menanamkan budaya kerja yang positif dalam perusahaan. Kesejahteraan dan pengembangan pribadi karyawan perusahaan sangat penting bagi Suprama dan kami berkomitmen untuk menyediakan lingkungan kerja yang aman.
            Kami meyakini proses belajar yang berkelanjutan dan hal ini merupakan hal yang penting dimata konsumen karena memperlihatkan bahwa Suprama terus menjaga kualitas produknya secara konsisten. Penelitian dilakukan untuk perkembangan dan pengawasan kualitas lebih lanjut, inovasi resep, proses  produksi dan pengemasan. Bahan baku yang digunakan dalam produk kami harus sudah distandarisasi dan melalui uji klinik. Suprama juga telah mengembangkan sumber daya manusia dan teknik proses produksi untuk mendukung inovasi dan diversifikasi produk.
            Suprama berusaha keras untuk membangun perusahaan yang inovatif dan menguntungkan dengan beroperasi sebagai produsen dan distributor yang penting dalam segmen snack dan mi. Nilai inti dari Suprama adalah kualitas produk yang tinggi, suplai barang yang terpercaya, waktu pengembangan yang singkat dan integritas perusahan. Mesin-mesin modern yang didukung dengan karyawan yang trampil dapat memastikan kualitas produk Suprama telah disertifikasi HALAL oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Karyawan dan pekerja kami juga sudah dilatih sesuai dengan ISO dan HACCP.

Sejarah
            PT. Surya Pratista Hutama (SUPRAMA), merintis usaha dengan sederhana sebagai perusahaan kecil yang dikelola keluarga bernama PT. Sampindo yang berdiri pada tahun 1972 di Sidoarjo,JawaTimur.

            PT. Sampindo memproduksi mi dan snack berkualitas tinggi dengan komitmen mengutamakan kualitas, nilai dan rasa yang bermutu, bisnis bertumbuh dengan baik melalui produk paling popular dengan merek mi telur kering merek Burung Dara. Di 1989, seiring dengan perubahan zaman yang semakin maju dan permintaan dari konsumen yang terus meningkat, maka PT. Sampindo berpindah lokasi dan memulai produksi beragam mi instan merek Surya Mi dan produk snack.  Dengan 6 hektar area produksi yang memperkerjakan lebih dari 1000 pegawai dan 30 armada, PT. Sampindo adalah salah satu perusahaan dengan kapasitas produksi yang terbesar di Indonesia Timur. Produk didistribusikan ke seluruh Jawa dan berbagai cabang di Sumatra,Kalimantan,Sulawesi dan lain-lain.
            Dalam era globalisasi, PT. Sampindo melakukan kerjasama internasional dengan HJ. Heinz di tahun 1997, menjadi PT. Heinz Suprama dan memulai ekspansi produk di pasar internasional. Manajemen dan integritas organisasi, produk kualitas dan efisiensiensi teknologi semakin ditingkatkan untuk memperluas cakupan produk di pasar lokal dan internasional dalam masa kerjasama ini. Tahun 2006, PT. Heinz Suprama, sekarang PT. Suprama, kembali sebagai bisnis keluarga,  sedangkan HJ Heinz kembali berfokus pada bisnis industri utamanya.
Sampai saat ini, PT. Suprama terus memposisikan diri sebagai produsen produk mi dan snack terpercaya yang berkualitas dan berkomitmen tinggi.



Sepuluh Keputusan Operasional PT. Suprama
     1. Desain Barang
            Produk yang dihasilkan PT. Suprama berupa 2 varian yaitu Mi Kering dan Mi Instan  dengan memiliki 2 bentuk yaitu mi kriting dan mie gepeng kriting

1.1  Mi Kering
            Mi Kering adalah mi yang biasanya dikemas dan dijual dalam kondisi kering tanpa bumbu.            Sejak awal kemunculannya pada 1972, Burung Dara terus mengembangkan sayapnya dan             memiliki beberapa merek dibawahnya seperti:
·            Mie Telor Cap Burung Dara Istimewa – 3 pcs, 200 g
·            Mie Telor Cap Burung Dara Istimewa- (Bentuk pipih) -  3 pcs, 200 g
·            Mie Burung Dara – 44 pcs, 2950 g
·            Mie Kriting Super Telor- 3 pcs, 230 g
·            Mie Baso – 40 pcs, 2400 g
·            Mie Keriting Burung Dara - 40 pcs, 2000 g dan lain-lainnya

1.2  Mi Instan
      Mi Instan adalah mi yang terbuat dari tepung terigu dan biasanya dikemas dan dijual lengkap dengan bumbu (minyak sayur, bumbu bubuk atau pasta, kecap dan bawang goreng).
Produk mi instan tersebut jarang dipasarkan di pasar lokal, melainkan diekspor.
Beberapa mie instan kami:
·       Kadabra (Mi Goreng , Ayam Bawang Sop)
·       Best Wok (Beef, Chicken, Shrimp, Mushroom, Oriental, Vegetable)
·       Heinz Low fat (Chicken, Beef, Vegetable)
·       Heinz 99% Fat Free (Chicken, Beef, Vegetable, Spicy Chicken)
·       Heinz 2 minute noodles: (Beef, Chicken, Shrimp, Mushroom, Oriental, Vegetable)
·       Heinz Instant Noodles: (Curry, Masala, Cheese)
·       Weight watchers dari Heinz ( Chicken, Beef, Curry, Spicy Thai)
·       Budget noodles (Chicken, Beef)
·       Mapa noodles (Beef, Chicken, Shrimp, Mushroom, Oriental, Vegetable)

    2. Mutu atau Kualitas
            Mutu atau kualitas produk harus dijaga pada saat proses pengerjaan produk (barang atau jasa). Sehingga penentuan mutu harus dilaksanakan pada saat perancangan produk dan perancangan proses.
            Sebagai produsen di bidang makanan tentu kualitas menjadi sangat penting. Oleh karenanya dalam menjaga kualitas harus menjaga kesterilan karyawan dan juga produk yang dihasilkan telah memiliki ijin produksi dari BPOM  dan ISO 22.000 untuk standar internasional.

2.1  Berikut merupakan Quality Control

Dalam produk Suprama, kami hanya memperkenankan penggunaan bahan baku yang berkualitas tinggi yang diproses dan telah melalui pengawasan yang ketat dari bagian internal Quality Control Suprama serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)Indonesia.
                        Untuk memastikan hal ini, bahan mentah yang ada harus melalui uji klinis teliti sehingga dapat memenuhi standar perusahaan. Bahan-bahan seperti tepung terigu, air, minyak dan bahan makanan lainnya telah melalui pengujian bahan kimia. Tes mikrobiologi dilakukan untuk memastikan bahwa tingkat ketidaksterilan telah diminimalkan.
                        Produk akhir kami juga melewati analisa dan test mikrobiologi yang sama. Contoh produk dikirim ke BPOM untuk disertifikasi dan didaftarkan sebelum beredar.
Kami selalu mempersilahkan klien untuk datang berkunjung pada area produksi Suprama.
2  3. Desain Proses
Perancangan proses dan kapasitas berhubungan dengan mutu, SDM, persediaan, penjadwalan dan pemeliharaan. Mutu atau kualitas proses yang baik akan menghasilkan produk (barang atau jasa) yang diminati pelanggan. Apabila proses telah ditentukan, maka akan diketahui pula jumlah SDM yang dibutuhkan perusahaan. Perancangan proses dan kapasitas akan menghasilkan tingkat ketersediaan produk (barang atau jasa), penjadwalan proses (scheduling), dan proses pemeliharan (maintenance).
Dalam strategi proses PT.Suprama berfokus pada Produk, dimana volume produksi besar dengan kapasitas produksi  ±20.000 mie sekali produksi dan hanya memiliki 2 varian mie yaitu mie kering dan mie instan.

34.    Pemilihan Lokasi
Pemilihan lokasi berkaitan dengan manajemen rantai pasok. Faktor pada rantai pasok (supply chain) yang berpengaruh antara lain transportasi dan jaringan distribusi.
Lokasi PT.Suprama yang berada di Sidoarjo yang sekaligus merupakan kota kelahiran sendiri. Selain itu PT.Suprama sendiri memiliki pangsa pasar yang didominasi oleh  Jawa Timur.

  5.   Perencanaan Tata Letak
Perancangan tata letak dilakukan setelah perancangan proses dan kapasitas.
Jenis tata ruang berorientasi pada produk dimana mesin-mesin diatur sesuai urutan produksi.
Tata letak PT Suprama  cukup bagus karena bisa menangani tata kerja berikut ini :
1)      SILO (Alat Penyedot Tepung)
Berupa selang panjang yang digunakan untuk menyedot tepung dari truk Bogasari ke gudang penyimpanan tepung.
2)      Shifting (Pengayakan)
Sebelum tepung digunakan akan diayak terlebih dahulu. Agar tidak ada tepung yang menggumpal.
3)      Mixer
Pencampuran telur dan bahan lainya ke dalam mixer.
4)      Feeder
 Tempat penyatuan semua bahan yang telah dicampur dan dipadatkan.
5)      Metal Detector
Adonan yang telah dipadatkan discan untuk menghindari adanya unsur logam dalam adonan mi.
6)      Roll Press
Adonan dipipihkan dari 10mm menjadi 1mm
7)      Slitter
Proses pengkritingan mi
8)      Steamer
Memanaskan adonan mi supaya matang
9)      Cutting and Folding’
Proses merapikan bentuk mi agar bisa dimasukkan ke bungkus
10)  BAKI
Tempat untuk menaruh mi yang akan dikeringkan
11)  Dryer
Dengan panas 100 derajat mi akan dikeringkan
12)  Cooling Fan
Proses dimana sebelum mi di pack maka didinginkan terlebih dahulu
13)  Conveyor table top
Alat yang membawa hasil mi yang sudah dingin ke bagian packing
14)  Packing
Mengemas mi kedalam kemasan
15)  Metal detector
Mengecek lagi jika tidak ada unsur logam di dalam kemasan mi

16)  Best pack
Mengemas kemasan-kemasan mi kedalam karton/dus
17)  Stuffing
Karton-karton yang telah selesai akan di lem dengan mesin isolasi

  6.    Sumber Daya Manusia
Faktor SDM meliputi keselamatan, kesehatan, job description, lingkungan kerja dan upah.
Dalam menjaga hubungan dengan karyawannya perlunya pandangan saling membutuhkan satu dengan yang lain. Dimana para karyawan harus merasa senang dan enjoy dalam bekerja.

  7.  Supply Chain Management (SCM)
Manajemen rantai pasok dipengaruhi oleh pemilihan lokasi dan kualitas produk. Manajemen rantai pasok karena berkaitan dengan keputusan apa yang harus dibeli dan apa yang harus dibuat. Sehingga kualitas apa yang harus dibeli akan menentukan kualitas apa yang dibuat.
Dalam memasok tepung PT.Suprama menggunakan produk tepung Bogasari.

7  8.Persediaan
Dalam hal persediaan membutuhkan sekitar 12.000 ton tepung untuk sekali produksi.

8 9.   Penjadwalan
Dalam mengatur penjadwalan pemakaian bahan baku memakai sistem First In First Out (FIFO)

910. Pemeliharaan (Maintance)
Maintance dalam menjaga mesin yaitu dalam 1 minggu sekali melakukan pembersihan terhadap mesin-mesin pada hari Sabtu dimana semua aktivitas produksi dihentikan dan membersihkan mesin-mesin produksi.
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar