Jumat, 26 Februari 2016

Manajemen Usaha Kecil - BATIK CELUP TYE DIE KHARISMA

KELOMPOK BATIK CELUP TYE DIE KHARISMA
 Dipelopori oleh Ibu Ismiati. Berkeluarga dengan 1 suami, 2 putra dan 4 cucu.
Nama Kharisma  sendiri menurut Ibu merupakan singkatan dari nama anggota kader ( untuk mempermudah di ingat, dikenal)
Tahapan-tahapan terbentuknya Kharisma :
1.      Berawal dari training              pelatihan dari Wahana Visi Indonesia
®    Dari Kelurahan Kedungdoro dengan 11 RW
®    Rumah Ibu Sumiati banyak dipakai sebagai aktivitas warga setempat

2.      Melakukan produksi bersama
®    Dengan memakai bahan kimia dalam proses pewarnaan
®    Dilakukan di depang rumah, karena memiliki halaman yang luas

3.      Membangun sebuah kelompok usaha
®    Dengan latar belakang yang berbeda terdapat pandangan, pemikiran dari masing-masing anggota
®    Tidak berputus asa dalam membangun sebuah kelompok usaha ( Ada yang keluar-masuk)

4.      Bergabung dengan event-event seperti pameran, bazaar kampong
®    Dalam bazaar kampung biasanya menjual makanan, minuman, mainan. Ibu ini memamerkan produknya, dan karena produknya banyak maka membuka 2 stand.
®    Banyak dari warga yang tidak tertarik, namun tetap bersemangat

5.      Membuka Toko / Lapak bersama di BG.Juction
®    Karena banyak persaingan akhirnya bertahan hanya 1 tahun
®    Karena ada yang complain dengan warna produk mudah luntur, maka proses pewarnaan menggunakan bahan alami
®    Setelah 1 tahun lepas dari BG.Juction, kemudian membuat Kharisma pada tanggal 20 Oktober 2012

6.      Rumah produksi bersama
®    Yang bertempatkan di rumah Ibu Ismiati sendiri

7.      Diversifikasi produk / Memakai pewarna alami
®    Jika memakai pewarna alami proses pembuatan batik menjadi agak lama, karena harus mewarnai 15-20 kali pencelupan
®    Yang menggunakan adalah kalangan menengah – atas
®    Pada tahun 2013 pihak dari Bapemas, Disperinda mendatangi kelompok usaha ini dan dinominasikan sebagai Pahlawan Ekonomi
®    Ibu Ismiati pernah menjadi seorang juri makanan, dan memiliki usaha catering
®    Sebagai warga ibu tidak pernah menolak jika para warga meminta bantuan

8.      Packaging
®    Kemasan tidak aneh-aneh (tidak menggunakan karton). Hanya memakai mika saja
®    Packaging menjadi daya tarik. Dan menurut Ibu packaging dan isi harus mempunyai kualitas yang sama

9.      Membangun Jejaring / mengadakan pameran ( di ITC, Malang)
10.  Penghargaan
®  Pada tahun 2012 membuka usaha makanan Bebek Kremes
®  Pada tahun 2013 Juara 1 untuk kategori Best Creative Industry

Kedungdoro Kampung Batik Celup Tye Die “Berbagi Sumber Daya & Bermitra untuk Membangun Kemandirian bagi Sesama” bergabung dengan Wahana Visi Indonesia, Prima Danawarta CU.

Kelompok Usaha Bersama
»       Membuka peluang bagi warga
»       Kadang kekurangan bahan ( karena stock terbatas) maka mengambil bahan dari anggotanya
»       Membuka pelatihan
»       Mempunyai PAUD Kharisma 2
»       Mengembangkan ide dengan motif ( supaya konsumen tidak bosan) : motif daun, motif ulat .Memakai warna alami dari daun mangga, dll
»       Banyaknya jumlah produk yang dihasilkan per hari bergantung pada cuaca
»       Berusaha agar pembeli tidak hanya satu kali datang, melainkan menyukai dan menikmati sampai selamanya
»       Mengajarkan kepada anggotanya untuk tidak malu dan takut untuk menjual dan mempromosikan batiknya

Suka dan Duka
»       Awalnya barang yang dianggap gagal malah disenangi oleh turis-turis asing yang berkunjung
»       Skala dan kualitas dalam berproduksi di tiap-tiap anggota tidak sama ( ada yang bagus,ada yang jelek)
»       Setiap anggota berbeda-beda dalam bekerja, pola piker, komitmen

Fungsi dari Pendamping adalah memfasilitasi. Memberi pelatihan keterampilan seperti kerajinan dari eceng gondok, manic-manik, daun kering, tortilla dan lainnya.
Para UKM mengalami kesulitan dalam menyediakan produk, kuantitas dan kualitas. Dan Bu Ismiati sendiri membutuhkan orang-orang yang bisa memanage operasional, untuk memotivasi orang, bagian pemasaran, pengelolaan keuangan.
Dan juga dalam berjalannya UKM ini perlu adanya dukungan dan bantuan dari Pemerintah, Lembaga Pendidikan, CU ( Credit Union), para Mahasiswa.
Pesan dari Ibu Ismiati jika ingin usaha tetap bertahan adalah
»         Ingin tetap dikenal harus ada kreatifitas
»         Terus berinovasi

»         Dalam mengembangkan motif-motif dengan bertanya dan belajar dari orang yang telah berpengalaman dibidangnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar