Jumat, 26 Februari 2016

PPH Pasal 21 dan Perhitungannya

Penghitungan PPh Pasal 21
Bagian yang perlu dipedomani dalam perhitungan PPh Pasal 21 yaitu :
1.      Bagi yang memiliki NPWP dan hanya menerima penghasilan dari pemotongan pajak yang bersangkutan .
PPh pasal 21 yang dihitung dengan menerapkan tariff pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-undang PPh atas jumlah kumulatif penghasilan kena pajak. Besarnya PKP adalah sebesar penghasilan bruto dikurangi PTKP per bulan.
2.      Bagi yang tidak memiliki NPWP atau menerima penghasilan dari selain pemotong pajak yang bersangkutan.
PPh pasal 21 dihitung dengan menerapakan tarif pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-undang PPh atas jumlah kumulatif penghasilan bruto dalam tahun kalender bersangkutan.

            Beberapa contoh penghitungan PPh pasal 21 dengan memperhatikan pedoman tata cara penghitungan sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Direktur Jendral Pajak Nomor Per 31/Pj./2009 Tanggal 25 Mei 2009, dan mulai diberlakukan tanggal 1 Januari 2009.

1.      Pemotongan PPh pasal 21 terhadap Pegawai tetap
a.       Penghasilan pegawai tetap dengan gaji bulanan
Rahmat sebagai pegawai tetap pada PT. Bella Nusa Utama di Jakarta pada tahun 2013 menerima gaji sebulan sebesar Rp 6.000.000 dan membayar iuran pension Rp 200.000. Rahmat telah menikah belum mempunyai anak dan telah ber NPWP. Penghitungan PPh Pasal 21 sebagi berikut
Gaji sebulan
 Rp      6,000,000
Pengurangan
1. Biaya Jabatan          5% x Rp 6.000.000
 Rp        300,000
2. Iuran Pensiun
 Rp        200,000
 Rp         500,000
Penghasilan Neto sebulan
 Rp      5,500,000
Penghasilan Neto setahun  12 x Rp 5.500.000
 Rp    66,000,000
PTKP (K/0) setahun
> Untuk WP sendiri
 Rp   36,000,000
> Tambahan WP Kawin
 Rp     3,000,000
 Rp    39,000,000
PKP setahun
 Rp    27,000,000
PPh Pasal 21 Terutang
5% x Rp 27.000
 Rp      1,350,000
PPh Pasal 21 sebulan
Rp 1.350.000 : 12 bulan
 Rp         112,500


2.      Penghasilan Pegawai Tetap dengan Gaji Mingguan dan Gaji Harian
Gaji Mingguan
Hananto pegawai tetap pada PT Arion telah memiliki NPWP dengan memperoleh gaji mingguan sebesar Rp 500.000 . Hananto menikah dan mempunyai seorang anak. Perusahaan masuk program Jamsostek, premi jaminan kecelakaan kerja dan premi jaminan kematian dibayar oleh perusahaan dengan masing-masing tiap bulan sebesar 1% dan 0.3% dari gaji. Pt Arion membayar iuran jaminan Hari Tua setiap bulan sebesar 3.7% dari gaji dan Hananto membayar iuran pension Rp 20.000 dan jaminan hari tuan sebesar 2%  dari gaji.

Penghitungan PPh Pasal 21 sebagai berikut :
Gaji sebulan                     4minguu x Rp 800.000
 Rp      3,200,000
Premi Jaminan Kecelakaan Kerja (1% G)
 Rp           32,000
Premi Jaminan Kematian (0.3% G)
 Rp             9,600
penghasilan Bruto
 Rp      3,241,600
Pengurangan
1. Biaya Jabatan          5% x Rp 3.241.600
 Rp        162,080
2. Iuran Pensiun
 Rp          20,000
3. Iuran Jaminan Hari Tua (2%)
 Rp          64,000
 Rp         246,080
Penghasilan Neto sebulan
 Rp      2,995,520
Penghasilan Neto setahun  12 x Rp 2.995.520
 Rp    35,946,240
PTKP (K/1) setahun
> Untuk WP sendiri
 Rp   24,300,000
> Tambahan WP Kawin
 Rp     2,025,000
> Tambahan tanggungan anak
 Rp     2,025,000
 Rp    28,350,000
PKP setahun
 Rp      7,596,240
Pembulatan
 Rp      7,596,000
PPh Pasal 21 Terutang setahun
5% x Rp 7.596.000
 Rp         379,812
PPh Pasal 21 sebulan
Rp 379.800 : 12 bulan
 Rp           31,651
PPh Pasal 21 Terutang mingguan
Rp 31.650 : 4minggu
 Rp        7,912.75





Gaji Harian
Ramadan pegawai tetap yang telah memiliki NPWP berkerja pada PT Indonusa dengan memperoleh gaji yang dibayar harian sebesar Rp 120.000. Ramadan telah menikah dan mempunyai seorang anak. Perusahaan masuk program Jamsostek , premi jaminan kecelakaan kerja dan premi jaminan kematian dibayar oleh perusahaan dengan masing-masing setiap bulan sebesar 1% dan 0.3% dari gaji. Perusahaan membayar iuran Jaminan Hari Tua setiap bulan sebesar 3.7% dari gaji dan Ramadan membayar iuran pension Rp 20.000 dan Jaminan hari tua sebesar 2% dari gaji.
Penghitungan PPh PAsal 21 sebagai berikut :
Gaji sebulan                     26 hari x Rp 120.000
 Rp         3,120,000
Premi Jaminan Kecelakaan Kerja (1% G)
 Rp              31,200
Premi Jaminan Kematian (0.3% G)
 Rp                9,360
Penghasilan Bruto
 Rp         3,160,560
Pengurangan
1. Biaya Jabatan          5% x Rp 3.160.560
 Rp          158,028
2. Iuran Pensiun
 Rp            20,000
3. Iuran Jaminan Hari Tua (2%)
 Rp            62,400
 Rp            240,428
Penghasilan Neto sebulan
 Rp         2,920,132
Penghasilan Neto setahun  12 x Rp 2.995.520
 Rp       35,041,584
PTKP (K/1) setahun
> Untuk WP sendiri
 Rp     24,300,000
> Tambahan WP Kawin
 Rp       2,025,000
> Tambahan tanggungan anak
 Rp       2,025,000
 Rp       28,350,000
PKP setahun
 Rp         6,691,584
Pembulatan
 Rp         6,691,000
PPh Pasal 21 Terutang setahun
5% x Rp 6.691.000
 Rp            334,579
PPh Pasal 21 sebulan
Rp 334.579 : 12 bulan
 Rp              27,882
PPh Pasal 21 Terutang Harian
Rp 27.882 : 26 hari
 Rp           1,072.37

3.      Pegawai Tetap Menerima Pembayaran Berupa Uang Rapel
Rahmat sebagai pegawai tetap pada PT. Bella Nusa Utama di Jakarta pada tahun 2013 menerima gaji sebulan sebesar Rp 6.000.000 dan membayar iuran pension Rp 200.000. Rahmat telah menikah belum mempunyai anak dan telah ber NPWP.
Ternyata pada bulan Juni 2013 meneriman kenaikan gaji menjadi Rp 8.000.000 sebulan dan berlaku surut sejak 1 Januari 2013. Dengan adanya kenaikan gaji yang berlaku surut tersebut maka Rahmat menerima Rapel sejumlah Rp 10.000.000 ( kekurangan gaji untuk masa Januari –Mei 2013). Untuk menghitung PPh pasal 21 atas uang rapel tersebut, terlebih dahulu dihitung kembali PPh pasal 21 untuk masa Januari – Mei 2013 atas dasar penghasilan setelah ada kenaikan gaji.
Penghitungan Pasal 21 terutang sebagi berikut :
Gaji sebulan
 Rp      8,000,000
Pengurangan
1. Biaya Jabatan          5% x Rp 3.160.560
 Rp       400,000
2. Iuran Pensiun
 Rp       200,000
 Rp         600,000
Penghasilan Neto sebulan
 Rp      7,400,000
Penghasilan Neto setahun  12 x Rp 2.995.520
 Rp    88,800,000
PTKP (K/1) setahun
> Untuk WP sendiri
 Rp  24,300,000
> Tambahan WP Kawin
 Rp    2,025,000
 Rp    26,325,000
PKP setahun
 Rp    62,475,000
PPh Pasal 21 Terutang setahun
5% x Rp 50.000.000
 Rp    2,500,000
15% x Rp 12.475.000
 Rp    1,871,250
Total PPh pasal 21
 Rp      4,371,250
PPh Pasal 21 sebulan
Rp 4.371.250 : 12 bulan
 Rp         364,271
PPh Pasal 21 Januari-Mei 2013 seharusnya  5 x Rp 364.271
 Rp      1,821,354
PPh Pasal 21 yang telah dipotong Januari-Mei 2013  5x Rp 165.312,5
 Rp         826,563
PPh Pasal 21 Terutang untung Uang Rapel
 Rp         994,792

4.      Penghitungan Pemotongan PPh Pasal 21 terhadap Penghasilan Berupa : Jasa Produksi, Tantiem, Gratifikasi, THR, Bonus, Premi dan Penghasilan Sejenis Lainnya yang Sifatnya Tidak Tetap dan pada umumnya Diberikan sekali dalam Setahun
Hadori status belum menikah yang telah memiliki NPWP bekerja pada PT. Jaya dengan memperoleh gaji sebesar Rp 3.000.000 sebulan. Dalam tahun yang bersangkutan Hadori menerima bonus sebesar Rp 5.000.000. Setiap bulanya Hadori membayar iuran pension ke Dana Pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan sebesar Rp 60.000
Cara penghitungan PPh Pasal 21 atas Bonus :
a.       PPh Pasal 21 atas Gaji dan Bonus (Penghasilan setahun
Gaji setahun 12 x Rp 3.000.000
 Rp    36,000,000
Bonus
 Rp      5,000,000
Penghasilan bruto setahun
 Rp    41,000,000
Pengurangan
1. Biaya Jabatan          5% x Rp 41.000000
 Rp    2,050,000
2. Iuran Pensiun setahun  12 x Rp 60.000
 Rp       720,000
 Rp      2,770,000
Penghasilan Neto setahun
 Rp    38,230,000
PTKP (K/0)
> Untuk WP sendiri
 Rp  24,300,000
PKP setahun
 Rp    13,930,000
PPh Pasal 21 Terutang setahun
5% x Rp 13.930.000

Rp       696,500

b.      PPh Pasal 21 atas Gaji setahun
Gaji setahun 12 x Rp 3.000.000
 Rp    36,000,000
Pengurangan
1. Biaya Jabatan          5% x Rp 36.000.000
 Rp    1,800,000
2. Iuran Pensiun setahun  12 x Rp 60.000
 Rp       720,000
 Rp      2,520,000
Penghasilan Neto setahun
 Rp    33,480,000
PTKP (K/0)
> Untuk WP sendiri
 Rp  24,300,000
PKP setahun
 Rp      9,180,000
PPh Pasal 21 Terutang setahun
5% x Rp 13.930.000
 Rp       459,000

c.       PPh Pasal 21 Terutang atas Bonus
PPh Pasal 21 atas Bonus
Rp 696.500 – Rp 459.000 = Rp 237.500
5.      Penghitungan Pemotongan PPh Pasal 21 atas Penghasilan Pegawai yang dipindah tugaskan dalam tahun berjalan
Romansyah yang berstatus belum menikah yaitu pegawai pada PT Nusantara di Jakarta. Sejak 1 Juni 2013 dipindahtugaskan ke kantor cabang di Bandung. Gaji sebesar Rp 3.500.000 dan pembayaran pension yang dibayar sendiri sebulan Rp 100.000
a.       Kantor di Jakarta
Gaji sebulan
 Rp      3,500,000
Pengurangan
1. Biaya Jabatan              5% x Rp 3.500.000
 Rp       175,000
2. Iuran Pensiun
 Rp       100,000
 Rp         275,000
Penghasilan Neto sebulan
 Rp      3,225,000
Penghasilan Neto setahun             12 x Rp 3.225.000
 Rp    38,700,000
PTKP (TK/0)
> Untuk WP sendiri
 Rp  24,300,000
PKP
 Rp    14,400,000
PPh Pasal 21 Terutang setahun
5% x Rp 14.400.000
 Rp       720,000
PPh Pasal 21 sebulan
Rp 720.000 : 12 bulan
 Rp         60,000
PPh Pasal 21 Januari-Mei 2013 seharusnya  5 x Rp 364.271
 Rp      1,821,354
PPh Pasal 21 Terutang yang harus dipotong untuk masa Januari-Mei 2013   5 x Rp60.000
 Rp         300,000




b.      Kantor di Bandung
Gaji Juni-Sept 2013
 Rp    14,000,000
Pengurangan
1. Biaya Jabatan               5% x Rp 3.500.000
 Rp           700,000
2. Iuran Pensiun                       4 x Rp 100.000
 Rp           400,000
 Rp      1,100,000
Penghasilan Neto di Bandung
 Rp    12,900,000
Penghasilan Neto di Bandung









Penghasilan Neto di Jakarta
Penghasilan Neto di Jakarta
 Rp    16,125,000
Jumlah penghasilan neto 9 bulan
 Rp    29,025,000
Penghasilan neto disetahunkan           12/9 x Rp 29.025.000
 Rp    38,700,000
PTKP (TK/0) setahun
> Untuk WP sendiri
 Rp    24,300,000
PKP
 Rp    14,400,000
PPh Pasal 21 Terutang setahun
5% x Rp 14.400.000
 Rp           720,000
PPh Pasal 21 sebulan
Rp 720.000 : 12 bulan
 Rp             60,000
PPh Pasal 21Terutang yang harus dipotong untuk masa Jan- Sept 2013  9/12 x Rp 720.000
 Rp         540,000
PPh Pasal 21 Terutang yang telah dipotong di Bandung masa Juni-Sept 2013   4 x Rp 60.000
 Rp         240,000




6.      Penghitungan Pemotongan PPh Pasal 21 atas Penghasilan Pegawai yang Berhenti Bekerja atau Mulai Bekerja dalam Tahun berjalan
a.       Pegawai baru mulai bekerja pada tahun berjalan
Budiman bekerja pada PT Aman yang telah berNPWP sebagai pegawai tetap sejak 1 September 2013. Budiman menikah tetapi belum punya anak. Gaji sebulan Rp 8.000.000 dan iuran pension yang dibayar tiap bulan Rp 150.000. Sejak awal tahun, Budiman sudah menjadi WP dalam negeri.
Gaji sebulan
 Rp      8,000,000
Pengurangan
1. Biaya Jabatan                5% x Rp 8.000.000
 Rp           400,000
2. Iuran Pensiun
 Rp           150,000
 Rp         550,000
Penghasilan Neto sebulan
 Rp      7,450,000
Penghasilan Neto setahun         (Sept-Des) 4 x Rp 7.450.000
 Rp    29,800,000
PTKP (K/0) setahun
> Untuk WP sendiri
 Rp      24,300,000
> Tambahan WP Kawin
 Rp        2,025,000
 Rp    26,325,000
PKP setahun
 Rp      3,475,000
PPh Pasal 21 Terutang
5% x Rp 3.475.000
 Rp         173,750
PPh Pasal 21 sebulan
Rp173.750 : 12 bulan
 Rp           43,438




b.      Pegawai Berhenti Bekerja pada Tahun Berjalan
Mardiasmo yang berstatus belum menikah yang telah berNPWP sebagai pegawai pasa PT Utama di Jogjakarta. Sejak 1 Oktober 2013 yang bersangkutan berhenti bekerja, Gaji setiap bulan sebesar Rp 3.500.000 dan yang bersangkutan membayar iuran pension kepada Dana Pensiun yang pendiriannya telah mendapat persetujuan Menteri Keuangan sejumlah Rp 100.000 setiap bulan.
Gaji sebulan
 Rp      3,500,000
Pengurangan
1. Biaya Jabatan                   5% x Rp 3.500.000
 Rp           175,000
2. Iuran Pensiun
 Rp           100,000
 Rp         275,000
Penghasilan Neto sebulan
 Rp      3,225,000
Penghasilan Neto setahun          12 x Rp 3.225.000
 Rp    38,700,000
PTKP (TK/0)
> Untuk WP sendiri
 Rp    24,300,000
PKP setahun
 Rp    14,400,000
PPh Pasal 21 Terutang
5% x Rp 14.400.000
 Rp         720,000
PPh Pasal 21 yang harus dipotong sebulan
Rp720.000 : 12 bulan
 Rp           60,000





Penghitungan PPh Pasal 21 yang terutang selama bekerja pada PT Utama dalam tahun kalemder 2013 (sampai September) dilakukan saat berhenti bekerja
Gaji Jan-Sept 2013                      9 x Rp 3.500.000
 Rp    31,500,000
Pengurangan
1. Biaya Jabatan                   5% x Rp 31.500.000
 Rp        1,575,000
2. Iuran Pensiun  9 x Rp 100.000
 Rp           900,000
 Rp      2,475,000
Penghasilan Neto 9 bulan
 Rp    29,025,000
PTKP (TK/0)
> Untuk WP sendiri
 Rp    24,300,000
PKP setahun
 Rp      4,725,000
PPh Pasal 21 Terutang untuk masa Jan-Sept 2013
5% x Rp 4.725.000
 Rp         236,250
PPh Pasal 21 yang telah dipotong sampai bulan Agustus 2013
8 x Rp 60.000
 Rp         480,000
PPh Pasal 21 lebih dipotong
 Rp           243,750





Tidak ada komentar:

Posting Komentar